Pengidap diabetes melitus (DM) tipe 2 kerap Merasakan gangguan saraf atau neuropati perifer Ke area kaki. Kebugaran ini membuat sensitivitas kaki menurun tajam.
Kebugaran tersebut membuat pasien sering kali tak Memahami adanya tekanan, gesekan, hingga luka kecil yang berisiko memicu komplikasi serius.
Di masalah tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Berkreasi menciptakan ‘Glucowrap’. Itu merupakan ‘sandal pintar’ yang dirancang Untuk mendeteksi dini perubahan Kebugaran kaki pengidap diabetes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan ini dikembangkan Di Skuat Inisiatif Inovasi Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM. Diketuai Rina Putri Cahyati (Ilmu Keperawatan), bersama empat mahasiswa lintas disiplin ilmu dan dosen pembimbing Ir Ma’un Budiyanto, ST, MT, IPU.
“Neuropati perifer dapat menurunkan sensitivitas Ke kaki Agar penderita terkadang tidak Memahami adanya tekanan, gesekan, atau perubahan Ke Kebugaran kaki,” ungkap Rina dikutip Di laman resmi UGM, Rabu (16/9/2026).
“Jika tidak dikenali dan ditangani Dari dini, Kebugaran tersebut dapat berkembang menjadi luka yang lebih serius,” sambungnya.
|
Canggih! Mahasiswa UGM Bikin Sandal Pintar ‘Pencium’ Risiko Komplikasi Diabetes Foto: laman resmi UGM
|
Dilengkapi Alat Pengindera dan Bahan Antibakteri
Glucowrap didesain berbentuk sandal terbuka yang dibekali sejumlah Alat Pengindera pintar. Fitur ini berfungsi Menyimak tekanan, suhu, serta kelembapan kaki secara real-time Pada digunakan berjalan.
Data Di Alat Pengindera Lalu dikategorikan menjadi tiga tingkatan risiko, yaitu normal, risiko ringan, dan risiko tinggi. Pasien maupun keluarga bisa Menyimak hasilnya secara langsung Lewat Gadget Lunak Ke Telepon Genggam pintar.
Tak cuma soal Keahlian Alat Pengindera, Skuat UGM juga memperhatikan faktor kenyamanan. Lapisan sandal yang bersentuhan Di kulit menggunakan biotekstil serat bambu yang diproses Di kitosan sebagai bahan antibakteri.
Sandal ini juga dibekali fitur stimulasi thermal dan mikrovibrasi berintensitas rendah Untuk Menyediakan kenyamanan ekstra Untuk pemakainya.
Lolos Uji Etik dan Keselamatan
Guna memastikan Keselamatan dan fungsinya, Glucowrap telah Lewat pengujian langsung Ke pasien DM tipe 2 Ke Klinik Korpagama, Yogyakarta. Pengujian ini telah mengantongi izin kelaikan etik Di Asosiasi Etik FK-KMK UGM.
Di proses pengujian, pasien terlebih dahulu menjalani skrining sensitivitas kaki, lalu diminta berjalan menggunakan Glucowrap Pada 15 menit Untuk merekam data Alat Pengindera. Pasien juga dievaluasi Yang Terkait Di kenyamanan penggunaan alat serta aplikasinya.
Kendati Menunjukkan hasil awal yang positif, Rina menegaskan bahwa Glucowrap Pada ini masih Di tahap Pembaruan dan penyempurnaan Eksperimen.
“Glucowrap Pada ini masih kami kembangkan dan belum dimaksudkan Untuk menggantikan pemeriksaan maupun penanganan medis. Gadget ini kami rancang hanya sebagai alat bantu Untuk Menyimak Kebugaran kaki,” jelas Rina.
Ke depannya, Skuat peneliti berharap Perkembangan sandal pintar ini bisa terus dikembangkan hingga menjadi Gadget medis mandiri yang praktis, terjangkau, dan mudah digunakan Di Komunitas luas Untuk mencegah komplikasi luka diabetik Dari dini.
Halaman 2 Di 2
(sao/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Canggih! Mahasiswa UGM Bikin Sandal Pintar ‘Pencium’ Risiko Komplikasi Diabetes











