Jakarta –
RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali mencatatkan sejarah Terbaru Untuk pemanfaatan Keahlian kedokteran Di tanah air. RSCM berhasil melaksanakan tindakan bedah ginekologi jarak jauh (tele-robotic surgery) pertama Di Indonesia Di Minggu, 6 September 2026.
Tindakan pembedahan tersebut dilakukan Pada pasien Untuk Kamar Operasi RSCM Kencana, Jakarta, Sambil Itu pengendalian Android dilakukan secara langsung Untuk Bali Bersama jarak terpisah lebih Untuk 1.000 kilometer. Pembedahan ini disiarkan secara langsung Untuk Kegiatan tahunan Asia Pacific Association for Gynecologic Surgery (APAGE) Di-26 yang diselenggarakan bersamaan Bersama Indonesian Gynecological Endoscopy Society (IGES) Di-13 Di Jimbaran Convention Center, Bali.
“Pembedahan robotik ini merupakan operasi ginekologi jarak jauh pertama yang dikerjakan Di Indonesia,” kata dr Herbert Situmorang, SpOG Subs FER yang mengerjakan prosedur tersebut Di RSCM Kencana, Kamis (10/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan pembedahan robotik ini dilakukan Di seorang pasien wanita berusia 47 tahun yang Merasakan gangguan Kesejajaran serius berupa perdarahan pervaginam Di luar siklus menstruasi. Kepuasan tersebut berdampak signifikan Di penurunan Mutu hidup, risiko anemia akibat turunnya kadar hemoglobin, serta terganggunya Karya harian pasien.
Spesialis obgyn yang ikut Untuk operasi tersebut dr Riyan Hari Kurniawan, SpOG Subs FER menjelaskan bahwa Perkara Pidana Hukum pasien ini tergolong kompleks Sebab Memiliki beberapa Kepuasan penyerta. Pasien mengidao obesitas grade 2 dan Memiliki riwayat operasi sesar Sebelumnya Itu.
“Waktu kita operasi itu ada perlengketan yang kita bebaskan dulu Di langkah pertamanya, Lalu Terbaru akses Di rahimnya terbuka,” jelas dr Riyan.
Pertimbangan Penanganan dan Pengangkatan Rahim
Sebelumnya memutuskan tindakan bedah, Skuat medis terlebih dahulu menempuh penanganan non-operatif Lewat pemberian Perawatan-obatan. Tetapi, Sebab tidak Memberi respons yang baik, tindakan beralih Di jalur operatif.
Berdasarkan pertimbangan usia pasien yang menjelang menopause, jumlah anak yang sudah cukup, serta keinginan pasien Untuk Memperoleh penanganan yang tuntas, Skuat Ahli Kepuasan memutuskan melakukan histerektomi atau pengangkatan rahim.
dr Herbert menambahkan bahwa pemicu utama perdarahan Di pasien adalah ismosil atau niche, yakni Kepuasan bekas luka operasi sesar terdahulu yang tidak pulih secara sempurna Di Dibagian Untuk Supaya menyebabkan darah berkumpul dan keluar tidak teratur.
“Di pasien ini kebetulan semuanya mendukung. Untuk inklusi pendanaannya ada, pasien mau penanganan yang lebih komprehensif, waktu rawat lebih singkat, minimal invasif tercapai, presisinya bagus, dan alatnya Di Puskesmas kami ada. Kebetulan semuanya mendukung, Karena Itu cocok banget buat robotik,” tutur dr Herbert.
Secara keseluruhan, proses operasi inti menggunakan sistem robotik memakan waktu Disekitar 1,5 jam, Bersama persiapan awal (prarobotik) Disekitar 1 jam yang mencakup pembiusan, diagnostik awal Lewat laparoskopi, dan pemasangan lengan Android (docking).
Salah satu Kepentingan utama Untuk Keahlian pembedahan robotik dan laparoskopi sebagai metode bedah minimal invasif adalah masa Perawatan pasien yang jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional (laparatomi).
(kna/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: RSCM Operasi Rahim Jarak Jauh Bali-Jakarta Pakai Robotik











