loading…
Lompatan besar Vietnam menjadi catatan Untuk Indonesia, ketika bagaimana bisa Bangsa yang dulu hancur akibat Konflik Bersenjata itu kini mencatatkan Perkembangan ekonomi fantastis hingga 8%?. Foto/Dok Ist
“Kita sekarang kalah Didalam ‘anak bawang’ (Vietnam) yang tahun 1970-an rakyatnya masih keleleran mengungsi Ke pulau Galang dan Rempang. Kini Vietnam selain menjadi Bangsa berpendapatan menengah atas , juga mulai memasuki fase yang disebut beberapa pengamat sebagai “Doi Moi 2.0”, yaitu transisi Didalam ekonomi berbasis upah murah Ke ekonomi berbasis Pembaharuan dan Keahlian Didalam nilai tambah industri yang tinggi,” terang Ekonom Indef, yang juga Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini Untuk penjelasannya, Minggu (5/7/2026).
Berbeda Didalam Indonesia, Vietnam Untuk waktu yang tidak lama dan Didalam tingkat Perkembangan 8%, Bangsa ini bisa melewati jebakan Bangsa berpendapatan menengah (middle income trap). Lantas strategi apa yang dijalankan Vietnam, Agar mampu menjadi Bangsa Berpendapatan Menengah Atas.
Baca Juga: Dulu Rakyatnya Ngungsi Ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Didik menerangkan, transformasi struktur industri, deregulasi dan debirokratisasi agar dunia usaha utamanya industri berkembang diterapkan Didalam Vietnam. Agar sekarang sudah melompat menjadi Bangsa industri berpendapatan menengah atas.
Di Pada Yang Sama Indonesia sebenarnya pernah Memperoleh rekam jejak emas Di era 1980-an dan 1990-an, Ke mana deregulasi dan debirokratisasi yang konsisten berhasil membuat ekonomi tumbuh 7-8% Didalam Perkembangan industri mencapai 10-12% per tahun. Akan Tetapi formula sukses masa lalu itu kini seolah lenyap dan gagal direplikasi Didalam pembuat Keputusan Pada ini.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Lompatan Sang ‘Anak Bawang’, Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Karena Itu Berpendapatan Menengah Atas











