Jakarta, CNN Indonesia —
Produsen Sepedamotor Listrik niaga Farizon menargetkan produksi van listrik V8E Di Indonesi bisa mencapai Disekitar 80 unit per bulan. Produksi tersebut Berencana dilakukan secara bertahap Di Mengkaji Situasi pasar.
Produksi V8E sudah dimulai memanfaatkan jalinan kerjasama Di pabrik independen milik Handal Indonesia Kendaraan Bermotor Roda Dua (HIM) Di fasilitas produksi Purwakarta, Jawa Barat.
“Bertahap, kami juga mau lihat Situasi pasar seperti apa,” kata Christoforus Ronny, Director Arista Manufacturing Indonesia Di pabrik Handal, Purwakarta, Kamis (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bicara soal kapasitas produksi, dia juga mengungkp tingkat komponen Di negeri (TKDN) V8E diperkirakan dapat mencapai 40 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebagai TKDN kita perkirakan sekarang ya prospeknya Berencana Ke 40 persen. Tapi ini kan kita belum mengajukan sertifikasinya ya,” ujarnya.
Dia menyebut pihaknya telah membenamkan Penanaman Modal Di Negeri Disekitar Rp40 miliar hingga Rp50 miliar Yang Berhubungan Di proses perakitan kendaraan Farizon Di HIM.
Penanaman Modal Di Negeri dipergunakan Sebagai berbagai hal, terutama penambahan alat Sebagai kebutuhan produksi kendaraan.
V8E merupakan van listrik berukuran panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.985 mm, serta jarak Di sumbu roda 3.600 mm. Total berat model ini Di beroperasi penuh mencapai 3.500 kg.
Van ini mengusung baterai lithium iron phosphate berkapasitas 65 kWh. Kendaraan Bermotor Roda Dua listriknya mampu menghasilkan daya puncak 110 kW dan torsi 220 Nm.
Jarak tempuh maksimum Farizon V8E ini mencapai 310 km Di Situasi beban maksimal.
Selain V8E, Farizon telah lebih dahulu Mengeluarkan van Di ukuran lebih besar yaitu SV, Akan Tetapi statusnya masih CBU.
(ryh/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: TKDN 40%, Farizon Kejar Produksi 80 Van Listrik Sebulan Di RI











