loading…
Kongres Satupena memilih kembali Denny JA sebagai Ketua Umum periode 2026–2031. Foto/istimewa
Di pidato penerimaan, Denny Memperkenalkan salah satu agenda utama periode berikutnya adalah mengupayakan dana abadi Satupena Sebagai menopang Studi, penciptaan karya, penerbitan, dan Pengakuan penulis.
Kongres dihadiri Di 251 penulis Didalam Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sebagian secara daring dan sebagian Lewat surat kuasa. “Indonesia harus Memiliki komunitas penulis yang mampu bertahan lebih Didalam seratus tahun,” kata Denny JA, Jumat (14/8/2026).
Menurut Denny, organisasi berumur panjang bukan sekadar kebanggaan sejarah. Denny menciptakan memori kelembagaan, jaringan antargenerasi, Kebiasaan intelektual, dan kemampuan membantu penulis secara berkelanjutan.
Baca juga: Sastra Indonesia Mendunia: Karya Denny JA Segera Hadir Di 35 Bahasa
Lantaran itu, salah satu impian besarnya Sebagai periode berikutnya adalah mengupayakan dana abadi Satupena sebagai penopang Studi, penciptaan karya, penerbitan, dan Pengakuan penulis.
“Dana abadi Akansegera memudahkan penulis melakukan Studi dan berkarya. Jangan sampai karya penting gagal lahir hanya Lantaran penulisnya tidak mempunyai biaya yang cukup.”
Inspirasi mengenai usia organisasi datang Didalam perkumpulan penulis dunia. The Society of Authors Hingga Inggris, misalnya, telah berdiri Sebelum 1884.
Lihat video: Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Karena Itu Kekayaan Budaya Dunia Hingga Kancah Internasional
Authors Guild Hingga Amerika Serikat berdiri Sebelum 1912. PEN International, yang Lalu berkembang menjadi jaringan penulis lintas Negeri, lahir Hingga London Ke 1921.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Denny JA Terpilih Kembali Secara Aklamasi sebagai Ketum Satupena Periode 2026–2031











