Galeri Foto
Diah Afrilian –
detikFood
Senin, 11 Mei 2026 08:00 WIB
Jakarta – Indonesia Pernah dijajah Dari Belanda, yang berpengaruh Ke Masakan Nusantara. Ada beberapa hidangan yang menjadi bukti akulturasi kedua Kebiasaan Global tersebut.
Semur berasal Didalam kata Belanda ‘smoor’ atau ‘smoren’ yang berarti masakan rebus. Hingga Indonesia, semur berkembang Didalam tambahan kecap manis dan rempah seperti pala serta cengkeh. Foto: Istimewa
Siapa sangka, perkedel merupakan adaptasi Didalam Citarasa Belanda ‘frikadeller’. Versi Indonesia lebih sering memakai kentang tumbuk dibanding daging cincang. Foto: Getty Images/iStockphoto/Edy Gunawan
Lapis legit terinspirasi Didalam kue Belanda ‘spekkoek’. Hingga Indonesia, kue ini diperkaya rempah-rempah Nusantara seperti kayu manis dan kapulaga. Foto: Istimewa
Kroket masuk Hingga Indonesia lewat pengaruh Masakan Belanda dan Sesudah Itu dimodifikasi memakai kentang serta isian ragout lokal. Foto: Istimewa
Masakan khas Solo yang Merasakan pengaruh hidangan Eropa seperti biefstuk dan salad Belanda adalah Selat Solo. Biasanya terdiri Didalam daging, sayuran rebus, dan kuah manis gurih. Foto: Istimewa
Bistik yang disajikan Hingga Jawa merupakan adaptasi lokal Didalam steak Belanda atau Eropa. Daging disajikan Didalam kuah manis khas Jawa dan pelengkap sayuran. Foto: Istimewa
Kue khas Manado bernama Klappertart dipengaruhi gaya dessert Belanda. Nama ‘klapper’ berarti kelapa Di bahasa Belanda. Foto: Istimewa
Kastengel yang populer disajikan Di lebaran ternyata juga dipengaruhi Kebiasaan Global Belanda. Namanya berasal Didalam bahasa Belanda, kaasstengels atau batang keju. Foto: Istimewa
Nastar yang Karena Itu kue wajib Di Idul Fitri Hingga Indonesia, ternyata berasal Didalam istilah Belanda ‘ananas tart’. Versi lokal nanas biasanya memakai selai nanas. Foto: Istimewa
 
 
 
 
 
 
 
 
`;
constructor() {
super();
this.attachShadow({ Gaya: “open” });
this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html;
}
async connectedCallback() {
// Handle share button clicks
this.shadowRoot
.querySelectorAll(“.cb-rekomendit__share-btn”)
.forEach((btn) => {
btn.addEventListener(“click”, (e) => {
e.preventDefault();
e.stopPropagation();
const url = btn.getAttribute(“data-url”);
const title = btn.getAttribute(“data-title”);
if (navigator.share) {
navigator
.share({
title: title,
url: url,
})
.catch(console.error);
} else {
// Fallback: Copy to clipboard
navigator.clipboard.writeText(url).then(() => {
alert(“Link copied to clipboard!”);
});
}
});
});
}
}
customElements.define(“cb-rekomendit”, CbRekomenditDesktop);
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ada Didalam Zaman Belanda, 9 Citarasa Hasil Akulturasi Ini Masih Digemari!











