Bisnis  

Selat Hormuz Belum Temui Titik Terang, Harga Migas Catat Lonjakan 40% Tahun Ini

loading…

Harga Migas mentah dunia terkoreksi tipis Ke perdagangan Jumat (14/8) seiring pelaku pasar mencermati Dialog Antar Negara pembukaan Selat Hormuz yang masih menemui jalan buntu. FOTO/Getty Image

JAKARTA – Harga Migas mentah dunia terkoreksi tipis Ke perdagangan Jumat (14/8) seiring pelaku pasar mencermati Dialog Antar Negara pembukaan Selat Hormuz yang masih menemui jalan buntu. Tetapi, rentetan serangan Di kapal tanker dan infrastruktur energi Ke Timur Di membuat harga tetap melonjak lebih Didalam 40% Dari awal tahun.

“Pembeli fisik dan pedagang diskresioner tampaknya memilih tetap menunggu dan melihat perkembangan,” kata Pedagang Senior Energi Ke CIBC Private Wealth Group, Rebecca Babin dikutip Didalam Bloomberg, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Selat Hormuz Belum Pulih, Defisit Migas Internasional Makin Parah Tembus 1,8 Juta Barel per Hari

Proses Hubungan Luar Negeri Di Iran dan Oman Hingga Pada Ini belum membuahkan kesepakatan Bagi mengamankan kembali lalu lintas kapal Ke Selat Hormuz, Kendati Sebelumnya Itu muncul optimisme bahwa persetujuan dapat dicapai Di waktu Didekat. Kendati sebagian pasokan Migas mentah Didalam Teluk Persia masih Datang Melewati jalur rahasia, seperti mematikan transponder kapal risiko Keselamatan Bagi armada yang melintasi kawasan tersebut tetap berada Ke level tertinggi.

Tingginya ancaman Keselamatan terbukti Didalam laporan Abu Dhabi National Oil Co. (ADNOC) yang menyebut dua kapal tanker milik perusahaan kembali diserang Ke Kamis (13/8) malam. Ke Pada bersamaan, kelompok Houthi Ke Laut Merah mengklaim telah menargetkan kilang Jazan berkapasitas 400 ribu barel per hari milik Saudi Aramco, yang berakibat Ke tertundanya Wacana pengoperasian kembali fasilitas vital tersebut.

Hingga Jumat, Migas mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan Ke kisaran USD81 per barel Setelahnya terkikis 2,4% Ke sesi Sebelumnya Itu, Sambil Itu Migas mentah Brent ditutup Ke level USD87 per barel. Meski Merasakan pelemahan harian, kedua jenis Migas Kesepakatan utama tersebut berada Ke jalur kenaikan mingguan dan mempertahankan Tren penguatan signifikan sepanjang tahun 2026.

Baca Juga: Iran Olok-olok Trump Sembunyi Ke Truk Katering: ‘Tak Lama Lagi Ngumpet Ke Tempat Sampah’

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperingatkan bahwa tekanan Di pasokan Migas Internasional diperkirakan Lebih mengetat Ke kuartal ini. Prospek pengetatan pasokan tersebut menempatkan dinamika Keselamatan Ke Selat Hormuz serta kawasan Timur Di sebagai fokus utama yang terus membayangi pergerakan harga pasar energi dunia

(nng)

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Selat Hormuz Belum Temui Titik Terang, Harga Migas Catat Lonjakan 40% Tahun Ini