loading…
PT Bank Negeri Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melaporkan kinerja sepanjang semester I 2026. FOTO/dok.SindoNews
“Ke Ditengah perubahan lingkungan Usaha yang Lebihterus dinamis, BNI mengarahkan sumber daya Ke sektor dan ekosistem yang Memperoleh prospek Kemajuan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus Meningkatkan relevansi layanan Untuk nasabah Ke setiap segmen,” kata Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan Di keterangan resmi Ke Jakarta, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Laba Bank Mandiri Naik 25% Di Sebab Itu Rp28,5 Triliun Ke Semester I-2026
Kemajuan kredit BNI hingga semester I 2026 ditopang portofolio yang terdiversifikasi Ke berbagai sektor dan segmen, mulai Di korporasi, menengah, usaha mikro, kecil, dan menengah (Dan Menengah), hingga konsumer.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan ekspansi kredit dilakukan secara selektif Di Mengkaji prospek industri dan profil risiko debitur. Strategi tersebut berjalan seiring Di penguatan struktur pendanaan, tercermin Di Kemajuan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 11,2% secara tahunan Di rasio CASA mencapai 65,4%.
Penguatan dana murah turut menekan biaya dana pihak ketiga atau cost of fund menjadi 2,56% Ke semester I 2026, Di 2,78% Ke periode yang sama tahun Sebelumnya Itu. Di sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tumbuh 14,2% menjadi Rp22,3 triliun, sedangkan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) Meresahkan 14,2% menjadi Rp9 triliun.
Kemajuan pendapatan tersebut Mendorong laba operasional Sebelumnya pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BNI Untuk periode semester pertama. Ke Di Yang Sama, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp10,8 triliun.
“Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal Di ekspansi kredit, tetapi juga Di Kemajuan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta Karya berbasis komisi lainnya. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting Untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI Di berbagai Kemakmuran siklus ekonomi,” ujar Paolo.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kredit BNI Capai Rp968,5 Triliun, Tumbuh 24,4% Ke Semester I 2026











