loading…
Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Hubungan Dunia Ke Timur Ditengah Merangsang defisit pasokan Migas Internasional. FOTO/AP
“Sejumlah besar Migas tidak mencapai pasar Di periode ini, dan banyak kapal tertahan Ke Selat Hormuz. Justru jika jalur dibuka kembali, Terapi pasar Berencana memakan waktu beberapa bulan,” ujar Wakil Perdana Pembantu Ri Rusia, Alexander Novak dikutip Di MEE, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Ekonom AS Jeffrey Sachs: Konflik Bersenjata Iran Adalah Proyek yang Telah Lama Direncanakan
Data perusahaan energi Kpler Menunjukkan defisit pasokan Migas terus melebar seiring terganggunya distribusi energi Internasional. Harga Migas mentah Brent telah menembus USD100 per barel, Sambil harga bahan bakar avtur melonjak Ke atas USD200 per barel, memaksa maskapai memangkas rute penerbangan dan sejumlah Negeri menerapkan pembatasan konsumsi bahan bakar.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Penumpukan Kapal Ke Selat Hormuz Picu Defisit Migas Internasional 700 Juta Barel











