loading…
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Ke Juli 2026 mencatatkan surplus USD0,12 miliar. Foto/Dok
“Tercatat surplus Barang Dagangan non-migas sebesar USD3,10 miliar. Barang Dagangan penyumbang surplus non-migas, terutama Bersama lemak dan Energi hewani nabati atau HS15, Bersama bahan bakal mineral HS27, dan juga Bersama besi dan baja HS72,” kata Ateng Untuk Rilis BPS Hingga Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sedangkan Sebagai neraca perdagangan migas Ke Juli 2026 Merasakan defisit sebesar USD2,98 miliar Bersama Barang Dagangan penyumbang defisit terutama Bersama hasil Energi dan juga Bersama Energi mentah. Baca Juga: Defisit Neraca Perdagangan Indonesia Berlanjut Hingga Juni 2026, Angkanya Capai USD450 Juta
Lanjutnya adalah neraca perdagangan secara kumulatif, yaitu neraca perdagangan Ke bulan Januari sampai Bersama bulan Juli tahun 2026 mencapai surplus sebesar USD3,70 miliar. Surplus sepanjang Januari sampai Bersama Juli tahun 2026 terutama surplus Ke non-migasnya.
“Surplus non-migas ini mencapai USD22,45 miliar, Sambil Barang Dagangan migas masih Merasakan defisit, yaitu defisitnya sebesar USD18,75 miliar,” ujar Ateng.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Cetak Surplus Hingga Juli 2026, Nilainya USD0,12 M











