Wisata  

‘Kiamat Penerbangan’ Eropa Ke Di Mata, Bahan Bakar Kian Menipis



Jakarta

Bayang-bayang krisis energi Dunia merambat Di sektor penerbangan Eropa. Di hitungan minggu, maskapai-maskapai Ke kawasan itu diperkirakan Akansegera Berjuang Didalam tekanan serius akibat menipisnya pasokan avtur, seiring berlarutnya konflik Di Iran dan blok Amerika Serikat-Israel.

Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, memperingatkan bahwa Eropa Mungkin Saja hanya Memiliki cadangan bahan bakar jet Sebagai Disekitar enam minggu Di Di. Jika pasokan Migas Di Timur Ditengah tidak segera pulih, gangguan penerbangan disebut tinggal menunggu waktu.

“Saya dapat mengatakan bahwa Di waktu Didekat kita Akansegera mendengar kabar bahwa beberapa penerbangan Di kota A Di kota B Mungkin Saja dibatalkan akibat kekurangan bahan bakar jet,” ujar Birol seperti dikutip Di CNBC Indonesia, Sabtu (18/4/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan ini muncul Ke Ditengah lonjakan harga energi Dunia yang dipicu konflik Sebelum akhir Februari. Penutupan efektif Selat Hormuz Dari Iran, jalur vital Perdagangan Keluar Negeri Migas Di kawasan Teluk, telah mengguncang rantai pasok energi dunia.

Dampaknya mulai terasa Ke level maskapai. KLM, Dibagian Di grup Air France-KLM, Memperkenalkan Akansegera memangkas 160 penerbangan Di sebulan Di Di akibat tingginya harga bahan bakar jet berbasis kerosin.

Maskapai asal Belanda itu menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan Lantaran kelangkaan fisik bahan bakar, melainkan tekanan biaya operasional.

“Ini menyangkut sejumlah terbatas penerbangan Ke Di Eropa yang, Lantaran kenaikan biaya kerosin, Di ini tidak lagi layak secara Perbankan Sebagai dioperasikan. Tidak ada kekurangan kerosin,” kata KLM.

Meski demikian, maskapai memastikan gangguan Di penumpang Akansegera diminimalkan. “KLM Mengantisipasi periode libur Mei Akansegera sibuk dan memastikan penumpang dapat melakukan perjalanan Di tujuan liburan mereka sesuai Ide.”

Langkah ini mencerminkan tekanan Perbankan yang Lebih besar Ke industri penerbangan, Justru Bagi maskapai yang telah melakukan lindung nilai Di harga bahan bakar. Air France-KLM sendiri telah melindungi 87% eksposur bahan bakarnya, Tetapi tetap memilih memangkas penerbangan Sebagai menekan kerugian.

Pemangkasan difokuskan Ke rute-rute sibuk seperti Di Bandara Schiphol Amsterdam Di London dan Düsseldorf, Ke mana penumpang relatif mudah dialihkan Di penerbangan lain.

Meski Sampai Sekarang belum terjadi kelangkaan nyata, situasi diperkirakan Akansegera memburuk. Pengiriman bahan bakar yang sudah berangkat Sebelumnya Pertempuran masih terus tiba Ke Eropa, Tetapi gelombang terakhir kini telah sampai. Birol menyebut cadangan yang tersisa Lebih menipis. “Mungkin Saja hanya tersisa Disekitar enam minggu bahan bakar jet,” katanya.

(ddn/ddn)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: ‘Kiamat Penerbangan’ Eropa Ke Di Mata, Bahan Bakar Kian Menipis