Wisata  

Ibadah Sabtu Sunyi yang Unik Di Jogja, Diiringi Pentas Wayang Kulit

Jogja

Ibadah Sabtu Sunyi Untuk rangkaian ibadah Paskah bulan April lalu terbilang unik. Ada atraksi wayang kulit yang dipentaskan Di GKJ Gondokusuman Yogyakarta.

Peringatan Paskah Di Gereja Kristen Jawa atau GKJ Gondokusuman Yogyakarta tahun ini berbeda Bersama tahun tahun Sebelumnya. Di Sabtu 4 April 2026, pukul 18.00 Ibadah Sabtu Sunyi Bersama tajuk Berharap Untuk Diam menkolaborasikan Bersama Wayang Kulit.

Malam itu, semua jemaat yang hadir menggunakan Busana yang didominasi warna hitam sesuai Bersama tema Sabtu Sunyi Di ini yang identik Bersama berkabung memperingati kematian Yesus.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada ibadah dibuka Setelahnya votum dan salam Bersama Pendeta Siswadi, seorang dalang berjalan mengenakan kostum adat gagrak Yogyakarta. Ia berjalan pelan Bersama membawa 3 wayang, 1 wayang gunungan dan 2 wayang bersimbol salib.

Pemandangan yang berbeda Bersama ibadah Sabtu seperti biasanya Di GKJ Gondokusuman. Alunan gamelan Bersama format Sederhana (cokekan) juga mengalun pelan Bersama suara gender, slenthem dan rebab yang dimainkan Dari Welly Hendratmoko, Dwi Aryanto, dan Deleva Vaprillaresia.

Malam itu, Ki Bayu Aji Nugraha mengajak jemaat Untuk memasuki ibadah Bersama mendengarkan lantunan syair tembang. Ki Bayu Aji Nugraha juga memainkan narasi Bersama ekspresi gaya pedalangan berbahasan Di Pada liturgi hukum kasih, Pada teduh dan penutupan ibadah.

Meski Alunan pengiring Di ibadah malam itu Alunan modern Dari Skuat Obaja GKJ Gondokusuman, Tetapi sentuhan penampilan wayang Bersama Ki Bayu ini menambah kesan artistik bahwa gereja juga menjadi ruang Inovasi Kearifan Lokal Dunia Jawa yang bersanding Bersama Kearifan Lokal Dunia modern Di era digital Pada ini.

Malam itu, Ibadah Sabtu Sunyi juga disiarkan secara live Penyiaran Langsung Di kanal youtube GKJ Gondokusuman Yogyakarta. Di Pada urutan liturgi memasuki hukum kasih, Ki Bayu Aji Nugraha menggunakan wayang bergambar Yesus yang diapit 2 wayang bersimbol salib sembari lantunan narasi hukum kasih Untuk bahasa Jawa diucapkan Bersama gaya suluk pedalangan.

Protes pewayangan Bersama Ki Bayu Aji Nugraha cukup mencuri perhatian Di ibadah berlangsung Sebab biasanya dia bermain wayang Di balik kelir, Tetapi malam itu ia berjalan memainkan wayangnya Bersama mengitari tempat duduk jemaat.

Sebuah ibadah Sabtu Sunyi yang cukup eksperimental. Semoga Inovasi semacam ini menjadi ruang kreatif bahwa gereja menjadi tempat bertemunya elemen Kearifan Lokal Dunia Jawa apapun tanpa menghilangkan esensi Bersama refleksi ibadah yang sesungguhnya.

Justru penampilan wayang Bersama Ki Bayu Aji Nugraha turut menjadi bahasa yang lain tentang pemaknaan lain mengenai refleksi beribadah Untuk menyambut Paskah.

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ibadah Sabtu Sunyi yang Unik Di Jogja, Diiringi Pentas Wayang Kulit