Cerita Bayi 1 Tahun Idap Kanker Langka, Awalnya Dikira Sembelit


Jakarta

Seorang bayi perempuan berusia satu tahun mengidap kanker langka. Sebelumnya, Praktisi Medis hanya mendiagnosa kalau dia sembelit.

Dikutip Didalam laman NYPost, bayi perempuan bernama Florence Wilde Di awalnya dibawa Hingga Praktisi Medis umum ketika perutnya mulai membengkak. Dia berulang kali merasa lemas dan kelelahan.

Akansegera tetapi, Praktisi Medis hanya mendiagnosis Florence Merasakan sembelit dan memberi resep Terapi pencahar yang membuat balita tersebut menangis kesakitan.


Pada perut Florence terus membesar, ibunya, Anna Chattaway, kembali memeriksakannya Hingga Praktisi Medis umum. Diagnosis yang diberikan sama, yaitu sembelit.

Anna mengatakan, seorang Praktisi Medis Malahan sempat berkata kepadanya bahwa mereka tidak menganggap Kepuasan yang dialami Florence sebagai kanker.

Florence tidak bisa tidur sendiri Sebab kesakitan. Dia membutuhkan sang ibu Untuk menggendongnya Untuk posisi tegak.

Setelahnya keluarga mendesak Untuk melakukan tes darah, akhirnya Florence didiagnosis mengidap neuroblastoma Di November 2024. Neuroblastoma merupakan jenis kanker langka yang berkembang Didalam sel saraf yang belum matang Di anak-anak hingga usia lima tahun.

Florence yang kini sudah berusia dua tahun sudah menjalani operasi Untuk mengangkat tumor berukuran 30 cm serta menjalani kemoterapi.

“Dia didiagnosis sebulan Setelahnya ulang tahun pertamanya,” kata Anna.

“Ada periode enam minggu Sebelumnya Sebelumnya dia sakit Sebab berbagai hal,” tambahnya.

“Dia terkena Penyakit Menyebar, dia menderita Penyakit tangan, kaki, dan mulut, dia diberi antibiotik tetapi tidak bisa beraktivitas Untuk Sambil waktu,” tambahnya.

Tumor tersebut Memiliki berat 2 kg, Sambil Florence hanya Memiliki berat 13 kg, Supaya tumor tersebut mencapai 15 persen Didalam berat badannya.

“Mereka mengira Penyakit itu hanya ada Di satu tempat, Di perutnya, mereka berasumsi Penyakit itu terlokalisasi.”

Setelahnya pemindaian Lebih Jelas dilakukan Di Januari 2025, Anna dan suaminya Memahami bahwa Penyakit tersebut sudah menyebar Hingga tulang belakangnya.

“Penyakit itu menyebar Didalam cepat Untuk beberapa minggu, itulah mengapa kami sangat marah Sebab jika seseorang melihatnya Pada pertama kali kami pergi Hingga Praktisi Medis umum, kami bisa mendeteksinya lebih cepat.”

Di Maret 2025, hingga 95 persen tumornya berhasil diangkat. Florence Lanjutnya menjalani kemoterapi dosis tinggi tiga minggu Lalu.

Florence memulai siklus imunoterapi Di Oktober 2025 Sebelumnya akhirnya tumor tersebut dikatakan berhenti berkembang Di April 2026.

“Sepanjang waktu kami diberitahu bahwa dia baik-baik saja. Setiap kali dirawat, dia selalu penuh semangat, dia sungguh luar biasa,” kata Anna.

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Cerita Bayi 1 Tahun Idap Kanker Langka, Awalnya Dikira Sembelit