Jakarta –
Varian Terbaru COVID-19 PQ.16.1.1 telah terdeteksi Ke sejumlah Negeri dan kini menjadi salah satu varian yang dipantau Organisasi Keadaan Dunia (WHO). Kementerian Keadaan (Kemenkes) memastikan varian tersebut belum terdeteksi Ke Indonesia.
Direktur Jenderal Pra-Penanganan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan hingga Di ini belum ada laporan varian PQ.16.1.1 masuk Di Indonesia.
“Tidak ada,” kata Andi Di dikonfirmasi Rabu (12/8/2026).
Data WHO Menunjukkan hingga 8 Juli 2026 terdapat 457 sekuens PQ.16.1.1 yang dilaporkan Di GISAID. Sekuens tersebut berasal Di sampel yang diambil hingga Epidemiological Week (EW) 25 dan tersebar Ke delapan Negeri.
Sebagian besar sekuens tersebut berasal Di kawasan Pasifik Barat (WPR), yakni sebanyak 438 sekuens atau Disekitar 95,8% Di total Internasional.
Singapura menjadi Negeri Di laporan sekuens PQ.16.1.1 terbanyak. Tercatat ada 388 sekuens atau Disekitar 84,9% Di total sekuens Internasional yang berasal Di Negeri tersebut.
Berikut Negeri dan Daerah yang melaporkan sekuens PQ.16.1.1 per 8 Juli 2026:
1. Singapura: 388 sekuens
2. Hong Kong SAR: 34 sekuens
3. Australia: 10 sekuens
4. Amerika Serikat: 10 sekuens
5. Kanada: 8 sekuens
6. Korea Selatan: 5 sekuens
7. Prancis: 1 sekuens
8. Taiwan, China: 1 sekuens
Meski telah ditemukan Ke sejumlah Negeri, Andi mengatakan Di ini belum ada kekhawatiran penyebaran Peristiwa Pidana PQ.16.1.1 secara meluas Ke Indonesia.
“Tidak ada kekhawatiran penyebaran Peristiwa Pidana meluas,” ujarnya.
Kemenkes tetap mengimbau Kelompok Sebagai menjaga protokol Keadaan sebagai langkah Pra-Penanganan penularan COVID-19.
Kelompok juga diminta tetap waspada Di Tanda Penyakit Menyebar saluran pernapasan dan menjaga kebiasaan hidup bersih serta sehat, terutama ketika berada Ke tempat ramai.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kemenkes Sebut Belum Ada Laporan Varian Terbaru COVID Pantauan WHO Ke RI











