Jakarta –
Pernahkah kamu merasa liburan justru melelahkan Lantaran harus berdesakan Di Di lautan manusia? 5 Kota Di Eropa mengalaminya, populer yang Berpeluang overtourism.
Berdasarkan peringatan Di World Travel & Tourism Council, berbagai pusat Wisata Internasional utama Di Eropa kini Di berjuang keras melawan Kejadian Luar Biasa overtourism atau Wisata Internasional berlebihan. Realitas unik Pada ini Menunjukkan bahwa Disekitar 80 persen wisatawan Internasional ternyata menumpuk dan berebut tempat Di 10 persen destinasi yang sama.
Seiring Bersama melonjaknya lonjakan perjalanan internasional sebesar 5 persen hingga menembus angka lebih Di 1,1 miliar orang, banyak pemerintah kota Di Eropa yang akhirnya Memutuskan langkah tegas Sebagai membatasi jumlah turis, seperti dikutip Di Time Out Jumat (24/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk Di Travel Green List Di Wanderlust 2026, sejumlah destinasi wisata populer mulai merombak aturan liburan Untuk menyelamatkan lingkungan serta Mutu hidup warga lokal. Salah satunya adalah Barcelona Di Spanyol.
Setelahnya gelombang Keluhan Masyarakat warga lokal menentang meroketnya harga hunian hingga 68 persen, pemerintah kota Memutuskan langkah ekstrem Bersama berencana melarang seluruh penyewaan hunian jangka pendek Di tahun 2028. Keputusan ini Akansegera mencabut izin lebih Di 10.000 apartemen ala Airbnb Untuk memulihkan kestabilan pasar perumahan Untuk penduduk setempat.
Di tempat lain, Amsterdam Di Belanda juga Lebihterus memperketat aturan Untuk para wisatawan harian maupun turis kapal pesiar. Setelahnya Sosialisasi Politik menolak pengunjung yang berisik, Amsterdam memberlakukan pembekuan pembangunan hotel Terbaru, membatasi kedatangan kapal pesiar maksimal 100 kunjungan per tahun, serta menerapkan Pajak Lainnya khusus sebesar €15 (Rp 300 ribuan) Sebagai wisatawan harian. Pemerintah kota Justru menargetkan Sebagai melarang kapal pesiar melintas Di pusat kota sepenuhnya Di tahun 2035.
Langkah serupa dilakukan Bersama Malta Di kawasan pantai Blue Lagoon, Pulau Comino. Tempat yang dulunya penuh sesak Bersama turis dan tongkat selfie ini kini menerapkan sistem pemesanan slot kunjungan secara daring (online). Para wisatawan wajib memilih sesi pagi, siang, atau malam Bersama kuota maksimal 4.000 orang Di satu waktu. Hasilnya sangat fantastis, Di mana jumlah pengunjung Di jam sibuk berhasil ditekan Di 12.000 orang menjadi hanya Disekitar 3.830 orang saja.
Secara keseluruhan, terdapat lima destinasi wisata sangat populer Di Eropa yang masuk Di daftar hijau ini Lantaran berani menerapkan Keputusan pengendalian kerumunan darurat Untuk menyelamatkan kota mereka, yaitu Amsterdam (Belanda), Dubrovnik (Kroasia), Barcelona (Spanyol), Santorini (Yunani), dan Blue Lagoon Di Pulau Comino (Malta).
Keputusan-Keputusan tegas ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan Wisata Internasional masa Di harus berpihak Di Ketahanan lingkungan dan kenyamanan bersama.
(bnl/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 5 Kota Paling Populer Di Dunia Vs Overtourism











