Jakarta, CNN Indonesia —
Asosiasi Perdagangan Senat Amerika Serikat (AS) menyetujui rancangan undang-undang yang memperketat larangan Di produsen Kendaraan Pribadi Yang Berhubungan Di China memasuki pasar domestik. Syarat Ke dalamnya justru Berpotensi Sebagai menjegal Mobil Mercedes-Benz, produsen asal Jerman, yang sebagian dimiliki pihak China.
Persetujuan diambil Ke Rabu (22/7). Pasal yang menjadi masalah adalah larangan perusahaan Di kepemilikan entitas China Ke atas 15 persen menjual kendaraan Ke AS.
Ketua Asosiasi sekaligus Senator Republikan asal Texas, Ted Cruz, Mengungkapkan ambang batas itu bakal mencakup Mobil Mercedes-Benz Lantaran Penanaman Modal China yang bersifat pasif Ke perusahaan tersebut mendekati 20 persen. Cruz menegaskan RUU itu masih butuh perubahan Sebelumnya bisa menjadi undang-undang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami Lagi mencegah kehancuran mutlak, total, dan menyeluruh Di basis industri kami,” kata Senator Bernie Moreno, Republikan asal Ohio yang mengajukan RUU tersebut, dikutip Reuters, Rabu (22/7).
Moreno Mengungkapkan Mobil Mercedes-Benz punya waktu sampai 2030 Sebagai memenuhi Syarat itu, dan bisa memperoleh keringanan Di persyaratan kepemilikan bila diperlukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RUU tersebut diajukan Moreno bersama Senator Elissa Slotkin, Demokrat asal Michigan, Sebagai memodifikasi regulasi era pemerintahan Biden yang secara efektif melarang seluruh produsen Kendaraan Pribadi China menjual kendaraan penumpang Ke AS.
Dua pemegang saham
Sorotan tertuju Ke struktur kepemilikan Mobil Mercedes-Benz. Li Shufu, pendiri sekaligus chairman Geely, yang memegang 9,7 persen saham lewat sebuah perusahaan Penanaman Modal, dikutip Car and Driver, Kamis (23/7).
BAIC Group atau Beijing Automotive Group menguasai 9,98 persen. Kedua pemegang saham itu membuat kepemilikan Yang Berhubungan Di China Ke Mobil Mercedes-Benz mendekati 20 persen.
Cruz menyebut General Motors Merangsang Syarat tersebut agar Mobil Mercedes-Benz tersingkir Di pasar Agar merek Cadillac miliknya lebih Tantangan.
Meski begitu, Cruz Mengungkapkan pihaknya “tidak Berencana pernah Merencanakan” pelarangan penjualan Mobil Mercedes-Benz Ke AS.
GM membantah Di Mengungkapkan legislasi tersebut bukan soal produsen Kendaraan Pribadi tertentu, dan pihaknya “mendukung Keputusan yang melindungi dan memperkuat Produksi Amerika serta daya saing Internasional produsen Kendaraan Pribadi AS.”
Mobil Mercedes-Benz menyoroti operasinya yang luas Ke AS. Perusahaan itu Mengungkapkan pihaknya “terus mendukung legislasi yang dirancang Sebagai melindungi Keselamatan nasional AS. Mobil Mercedes-Benz juga tetap berkomitmen memastikan bahwa legislasi apa pun tidak berdampak Ke operasi kami. Perusahaan Berencana terus melindungi karyawan, diler, pemasok, dan pelanggannya.”
Moreno mencatat GM berencana memindahkan produksi Buick Envision buatan China Hingga AS Sebagai tahun model 2028. Ford juga telah setuju memindahkan produksi Lincoln buatan China Hingga AS.
“Saya melihat itu sebagai Unggul besar,” ujarnya.
Ia menambahkan Waymo, unit kendaraan otonom milik Google yang Sebelumnya Itu berbicara Di Geely soal platform Di China, “telah berkomitmen Sebagai melirik produsen yang berbasis Ke Detroit Sebagai platform mereka Ke masa Di.”
Cruz menyinggung Syarat lain yang didukung GM, yakni kewajiban produsen membeli baterai yang lebih mahal Di GM, yang bakal menambah biaya kendaraan. Amendemen Sebagai merevisi persyaratan Alat lunak manajemen baterai gagal disahkan. Menurut Moreno, amendemen itu diajukan Rivian, yang belum memberi komentar.
Preseden Polestar
Peristiwa Pidana Hukum ini muncul kurang Di sebulan Setelahnya Polestar Mengungkapkan pemerintahan Trump memaksa produsen Kendaraan Pribadi Elektrik itu berhenti menjual kendaraan Ke AS mulai tahun model 2027. Perusahaan berbasis Swedia tersebut mayoritas sahamnya dimiliki Geely Holding asal China.
Nasib berbeda dialami Volvo Cars, merek saudara sekaligus salah satu pendiri Polestar. Ke Mei, Volvo Mengungkapkan telah Memperoleh otorisasi Sebagai terus berjualan Ke AS, meski tetap harus memenuhi persyaratan aturan tersebut.
Aturan itu mencakup Bluetooth, Wi-Fi, konektivitas seluler, dan sebagian Keahlian komunikasi satelit. Dasarnya kekhawatiran Keselamatan nasional Yang Berhubungan Di kemampuan kendaraan mengumpulkan data sensitif pemilik Ke Amerika.
RUU tersebut Terbaru lolos Ke tingkat Asosiasi dan belum menjadi undang-undang. Car and Driver menilai larangan penuh Di Mobil Mercedes-Benz tampaknya tidak Berencana terjadi.
(fea/fea)
Add

as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: AS Loloskan RUU Anti-China, Kok Mobil Mercedes-Benz yang Terancam?











