Tempe goreng kerap dicap “kurang sehat” Lantaran proses penggorengan yang identik Bersama lemak tambahan. Tak sedikit pula yang menganggap nilai gizinya menurun drastis dibandingkan tempe segar. Tetapi, benarkah demikian?
Tidak sepenuhnya salah, Lantaran Ke dasarnya goreng-gorengan memang sebisa Mungkin Saja dihindari. Apalagi jika Energi yang digunakan tidak bersih, maka risiko yang muncul Akansegera lebih besar dibanding manfaat yang didapat Untuk Makanan Bergizi tempe.
Tetapi juga tidak seratus persen benar, sebab Makanan Bergizi tempe tidak segampang itu rusak cuma Lantaran digoreng. Apalagi jika menggorengnya tidak terlalu lama, Bersama Energi yang terjaga kualitasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah Tempe Goreng Masih Menyimpan Makanan Bergizi Penting?
Secara ilmiah, proses penggorengan memang dapat memengaruhi beberapa kandungan zat gizi, terutama vitamin yang sensitif Pada panas. Tetapi, komponen utama tempe seperti protein, serat, dan sebagian mineral tetap relatif stabil.
Tempe sendiri merupakan hasil fermentasi kedelai Bersama kapang Rhizopus, yang justru Meningkatkan Standar gizinya. Menurut berbagai kajian Ke bidang Ilmu Gizi, fermentasi membantu memecah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna, termasuk protein dan asam amino esensial. Di Itu, tempe juga mengandung senyawa bioaktif seperti isoflavon yang berperan sebagai antioksidan.
Pada digoreng, kandungan protein Untuk tempe tidak serta-merta rusak. Struktur protein memang bisa berubah Lantaran panas, tetapi nilai gizinya tetap dapat dimanfaatkan tubuh. Yang perlu diperhatikan justru adalah penambahan lemak Untuk Energi goreng, yang bisa Meningkatkan total kalori.
Lembaga seperti World Health Organization juga menekankan bahwa metode memasak sebaiknya Mengkaji Kesejajaran gizi secara keseluruhan, bukan hanya satu Cara tertentu. Artinya, tempe goreng masih bisa menjadi Dibagian Untuk pola makan sehat Pada dikonsumsi Bersama bijak dan tidak berlebihan.
Yaitu, tempe goreng tidak kehilangan “jati diri” gizinya, tetap menjadi sumber protein nabati yang baik, hanya Bersama profil lemak yang sedikit berbeda akibat proses pengolahan.
Efek Penggorengan Ke Kandungan Protein dan Lemak Tempe
Proses penggorengan memang mengubah komposisi gizi tempe, terutama Ke kandungan lemak dan total kalorinya. Data komposisi Ketahanan Pangan Menunjukkan, tempe segar umumnya mengandung Di 8-10 gram lemak per 100 gram, Sambil Itu Setelahnya digoreng jumlahnya bisa Menimbulkan Kekhawatiran menjadi Di 14-20 gram, tergantung Cara dan lama penggorengan.
Kenaikan ini terjadi Lantaran Energi terserap Ke Untuk tempe Pada air Ke dalamnya menguap. Dampaknya, nilai energi juga ikut naik-Untuk kisaran 150-190 kkal per 100 gram Ke tempe segar menjadi bisa Ke atas 250 kkal Setelahnya digoreng.
Ke sisi lain, kandungan protein tempe relatif tetap stabil, yakni Di 18-20 gram per 100 gram. Untuk kajian Ilmu Ketahanan Pangan, panas Untuk proses memasak memang menyebabkan denaturasi protein, tetapi tidak menghilangkan nilai gizinya. Justru, perubahan struktur ini dapat membuat protein lebih mudah dicerna Bersama tubuh.
Yang perlu diperhatikan adalah jenis dan Standar Energi yang digunakan. Energi yang dipanaskan berulang kali dapat Merasakan degradasi dan menghasilkan senyawa yang kurang baik Bagi Kesejajaran. Lantaran itu, penggunaan Energi segar dan penggorengan Bersama suhu yang tidak terlalu tinggi menjadi faktor penting Untuk menjaga Standar gizi tempe goreng.
Di Itu, beberapa vitamin yang larut Untuk air, seperti vitamin B kompleks, bisa berkurang Pada proses penggorengan. Tetapi Ke sisi lain, penambahan sedikit lemak Untuk Energi justru membantu penyerapan vitamin larut lemak, seperti vitamin A dan E, yang juga terdapat Untuk Makanan pendamping.
Bersama memahami perubahan ini, tempe goreng tidak perlu dihindari sepenuhnya. Kuncinya terletak Ke cara mengolah dan frekuensi konsumsinya, agar manfaat gizinya tetap bisa diperoleh tanpa memberi beban berlebih Bagi tubuh.
Tips Mengolah Tempe Goreng agar Lebih Sehat
Meski tetap bergizi, cara mengolah tempe goreng perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak “tertutup” Bersama kelebihan lemak. Beberapa hal sederhana bisa membantu menjaga Standar gizinya, mulai Untuk penggunaan Energi hingga Cara memasak.
Pertama, gunakan Energi yang masih Mutakhir dan tidak dipakai berulang kali. Energi yang sudah berkali-kali dipanaskan dapat Merasakan kerusakan dan menghasilkan senyawa yang kurang baik Bagi tubuh.
Kedua, perhatikan suhu Energi, tidak terlalu panas agar tempe tidak cepat gosong Ke luar Tetapi masih menyerap Energi berlebih Ke Untuk.
Di Itu, durasi menggoreng juga sebaiknya tidak terlalu lama. Menggoreng secukupnya hingga matang dan berwarna keemasan sudah cukup Bagi menjaga tekstur sekaligus meminimalkan penyerapan Energi. Alternatif lain, tempe juga bisa diolah Bersama cara ditumis ringan atau menggunakan Cara air fryer Bagi Mengurangi penggunaan Energi.
Untuk Tempe Workshop yang diadakan Bersama Next Door by Pantry Magic bersama detikEvent, Mutakhir-Mutakhir ini, pegiat fermentasi Ketahanan Pangan Dr Ir Wida Winarno menekankan bahwa setiap cara masak Memiliki kelebihan masing-masing.
“Ternyata masing-masing punya keunikan atau kelebihan sendiri. Bersama Sebab Itu Lantaran kita Ke Indonesia punya variasi menu juga macam-macam. Ada yang lebih menjaga vitamin tertentu, ada juga yang membantu penyerapannya Ke tubuh. Misalnya, vitamin C lebih terjaga kalau dikukus, sedangkan vitamin A lebih mudah diserap Setelahnya dimasak Bersama sedikit lemak, seperti ditumis menggunakan sedikit Energi atau dimasak Bersama santan. Marilah kita makan Bersama berbagai variasi.” jelas co founder Indonesia Tempe Movement yang Memiliki nama asli Ignatia Widya Kristiari tersebut.
Yaitu, tempe goreng tetap bisa dinikmati sebagai Dibagian Untuk pola makan sehat, Pada diimbangi Bersama variasi cara memasak dan pilihan menu yang beragam.
Halaman 2 Untuk 3
Simak Video “Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?“
(fti/up)
Bedah Gizi Super Tempe
11 Konten
Tempe kerap disebut-sebut sebagai superfood. Nutrisinya kaya, rasanya pun banyak disuka. Dan yang paling penting, harganya cukup ekonomis jika dibanding sederet manfaatnya.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Nggak Kok, Digoreng Nggak Bikin Makanan Bergizi Tempe Rusak











