Jakarta –
Menyikapi arahan Ri Prabowo Subianto, kini makan bergizi gratis (MBG) diprioritaskan Untuk Daerah Di angka Jurang Kaya Miskin dan prevalensi stunting tinggi. Menurut Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya, pemberian MBG Untuk Daerah rawan stunting, Untuk memastikan kecukupan gizi Ke 1.000 hari pertama kehidupan mereka.
“Untuk data yang kami terima, terdapat Daerah rawan Ketahanan Pangan, Daerah Di penduduk miskin, serta Daerah Di prevalensi masalah gizi yang menjadi dasar penentuan prioritas pelaksanaan Inisiatif,” beber Sony Ke Jakarta (23/4/2026).
Menurutnya, data tersebut mencakup ratusan kabupaten/kota yang menjadi fokus intervensi, dan Berencana digunakan sebagai acuan Untuk distribusi Inisiatif MBG Ke lapangan.
“Data-data ini kami gunakan agar pelaksanaan Inisiatif MBG benar-benar terarah kepada Daerah yang membutuhkan, khususnya Daerah rawan Ketahanan Pangan, penduduk miskin, dan Daerah Di masalah gizi,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis data ini penting Sebagai memastikan bahwa kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan santri, dapat terlayani secara optimal.
“Di data yang terarah, intervensi Inisiatif dapat difokuskan kepada kelompok yang paling membutuhkan,” tambahnya.
BGN menegaskan bahwa pemanfaatan data Daerah prioritas ini menjadi Pada Untuk upaya Memperbaiki efektivitas Inisiatif sekaligus memastikan pemerataan akses layanan gizi Ke seluruh Daerah Indonesia.
Sebagai Pada Untuk upaya tersebut, BGN Melakukan Pertemuan Koordinasi Penyelarasan Data Penerima Manfaat Inisiatif MBG Ke 23 April 2026 Ke Badan Gizi Nasional, Jakarta.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Prabowo Minta MBG Fokus Di Kelompok Prioritas, Ini yang Bakal Dapat











