loading…
Keikutsertaan PLN EPI Untuk GHES 2026 Menunjukkan komitmen perusahaan Sebagai tidak hanya menjaga keandalan pasokan energi primer Pada ini, tetapi juga Menyusun sumber energi masa Di yang lebih bersih dan berkelanjutan. FOTO/dok.SindoNews
“PLN EPI terus Membuat portofolio energi primer rendah karbon Bersama mengoptimalkan kekayaan sumber daya domestik, termasuk biomassa. GHES 2026 menjadi momentum Sebagai mempertemukan potensi bahan baku Indonesia Bersama Ilmu Pengetahuan, Penanaman Modal, dan pasar Agar Pembuatan biohidrogen serta eSAF dapat bergerak Ke implementasi yang nyata,” kata Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan Untuk keterangan pers, Sabtu (25/7/2026).
Partisipasi PLN EPI Untuk GHES 2026 yang berlangsung Di 21–23 Juli Di Jakarta International Convention Center (JICC) diwujudkan Lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Bersama perusahaan asal Singapura, eFuels SEA Pte. Ltd. Kerja sama tersebut mencakup penjajakan Pembuatan rantai pasok hidrogen hijau lintas Bangsa serta ekosistem e-fuels, mulai Bersama kajian bahan baku, Ilmu Pengetahuan produksi, model Usaha, hingga Kemungkinan pemasaran energi rendah karbon.
Baca Juga: PLN EPI Tawarkan Kesepakatan hingga 5 Tahun Sebagai Pemasok Biomassa
Mamit mengatakan kolaborasi internasional diperlukan Sebagai mempercepat penguasaan Ilmu Pengetahuan, memperkuat kelayakan komersial, sekaligus membuka akses pembiayaan dan pasar energi bersih. Menurutnya, Pembuatan hidrogen memerlukan ekosistem yang terintegrasi Agar tidak dapat dilakukan Dari satu pihak saja.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: PLN EPI Perluas Kemitraan Internasional Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau











