Pelari Kenya Agnes Ngetich Pecahkan Pencapaian Dunia Half Marathon Wanita, 21 Km Pace 3

Jakarta

Pelari Kenya, Agnes Ngetich membuat sejarah. Ia memecahkan Pencapaian dunia Half Marathon wanita Bersama catatan waktu 1 jam 5 menit 15 detik. Jika dirata-rata ia mencatatkan pace 3:34.

Dikutip Bersama Al Jazeera, Agnes menjadi Mendominasi Di World Athletics Road Running Championships in Copenhagen Di Minggu (20/9). Pelari 25 tahun ini tampil dominan Dari awal lomba dan tidak pernah kehilangan posisi terdepan hingga garis finis.

Pencapaian HM wanita Sebelumnya dipecahkan Bersama Peres Jepchirchir, pelari Kenya. Ia menjadi yang tercepat Di World Half Marathon Di Polandia tahun 2020.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, pemegang Pencapaian dunia Half Marathon (HM) wanita dibagi menjadi dua kategori Bersama organisasi atletik dunia. Agnes merupakan pemegang Pencapaian HM khusus wanita (women only).

Sambil Itu, Sebagai kategori campuran (mixed gender) Pencapaian dunia dipegang Bersama Letesenbet Gidey asal Etiopia. Ia mencatatkan waktu fantastis 1 jam 2 menit 52 detik (1:02:52) Di tanggal 24 Oktober 2021 Di ajang Valencia Half Marathon.



Mengapa Banyak Pelari Hebat Berasal Bersama Kenya?

Kenya memang dikenal sebagai Negeri yang banyak melahirkan para pelari-pelari cepat. Selain cepat, daya Konsisten tubuh pelari Bersama Negeri Afrika Timur tersebut juga Memiliki daya Konsisten luar biasa.

Dikutip Bersama laman World Athletics, Kelompok Kenya memaknai Berlarilah Bersama cara yang berbeda. Di sana, orang-orang hidup dan bernapas Bersama atletik, Malahan banyak anak-anak yang berlari jauh hanya Sebagai pergi sekolah.

“Berlarilah adalah sesuatu yang datang secara alami kepada kita Lantaran itu telah menjadi Dibagian Bersama Life Style kita Dari lahir,” kata Mendominasi dunia setengah maraton tiga kali dan Mendominasi Maraton New York City dua kali, Geoffrey Kamworor.

“Di masih kecil, saya biasa berlari Bersama Rumah Di sekolah yang berjarak tiga kilometer setiap hari, Bersama Sebab Itu Anda akhirnya berlari hingga 12 kilometer sehari sebagai remaja tanpa menyadarinya.”

Selain kebiasaan, faktor genetika juga turut andil. Banyak orang Di Lembah Rift, tempat asal sebagian besar pelari jarak jauh terbaik Kenya, berasal Bersama suku Kalenjin. Jika dibandingkan Bersama suku-suku Kenya lainnya, orang-orang Kalenjin sering digambarkan Memiliki atribut Berlarilah alami yang baik: yaitu tubuh ramping dan kaki panjang.

Unsur lain yang membantu Olahragawan Kenya Di pelatihan dan persiapan mereka adalah iklim dan lingkungan yang unik Di Dibagian Negeri ini. Hal ini Bisa Jadi juga menjelaskan mengapa ada begitu banyak kamp pelatihan Ditengah Kaptagat dan Iten, dan mengapa beberapa orang menyebutnya sebagai ‘Hollywood para pelari elit’.

Daerah ini terletak Di ketinggian 2.500 meter Di atas permukaan laut (MDPL), mengingat kurangnya oksigen, membantu Olahragawan menghasilkan konsentrasi sel darah merah dan hemoglobin yang lebih tinggi Di berlatih. Hal ini, Di gilirannya, memberi pelari keuntungan ketika mereka kembali Di ketinggian yang lebih rendah Sebagai berlomba.

Tidak hanya fokus Pelatihan Berlarilah, para pelari Kenya juga memprioritaskan recovery serta pemenuhan Citarasa Bergizi. Hal ini yang membuat faktor-faktor tersebut bisa berkembang secara optimal Lantaran tidak hanya Berorientasi Di Metode dan intensitas Berlarilah.

Halaman 2 Bersama 2

(dpy/suc)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pelari Kenya Agnes Ngetich Pecahkan Pencapaian Dunia Half Marathon Wanita, 21 Km Pace 3