Monako –
Negeri ini cuma punya satu kebun binatang, tapi konsepnya berbeda. Semua satwa Hingga kebun binatang ini tidak dibeli Untuk kepentingan hiburan, melainkan diselamatkan.
Terletak Hingga Eropa Barat, Monako menjadi Negeri pesisir yang Memiliki luas 2,02 km persegi alias Negeri terkecil kedua Hingga dunia. Kendati wilayahnya sangat sempit, Monako dihuni Dari Disekitar 39.000 penduduk, menjadikannya salah satu Negeri Di kepadatan penduduk tertinggi Hingga dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterbatasan Area tak membuat Negeri ini apatis Ke hewan-hewan yang ada Hingga sana. Ke 25 Desember 1954, H.S.H. Pangeran Rainier III memboyong Disekitar tiga puluh hewan yang terluka dan menempatkannya Di satu kawasan. Keputusan ini ia lakukan usai perjalanannya Hingga Afrika.
Keputusan itu menjadi cikal bakal kebun binatang Jardin Animalier Rainier III sebagai Centre d’Acclimatation Zoologique de Monaco. Akan Tetapi, misi Di kebun binatang ini berbeda, mereka mengumpulkan, merawat, dan melindungi hewan-hewan yang berada Di bahaya, seperti dikutip Di situs Visit Monaco.
Tak seperti banyak kebun binatang dan taman satwa, hewan-hewan Jardin Animalier tidak dibeli. Semua satwa berasal Di sumbangan, penelantaran, atau penyitaan bea cukai. Pendekatan etis ini menawarkan kesempatan kedua kepada hewan yang sering dianiaya atau berada Di bahaya.
Kebun binatang ini benar-benar dirancang sebagai tempat perlindungan, Hingga mana semua hewan disambut Di penuh perhatian dan rasa hormat, dan setiap pendatang Terbaru menceritakan kisah yang unik. Para pengasuhnya berhati-hati Di menjaga lingkungan hidup yang disesuaikan Di kebutuhan spesifik setiap hewan.
Pollux si kuda nil amfibi adalah salah satu penghuni kebun binatang yang Karena Itu maskot. Dia tiba Ke tahun 1986 Setelahnya penutupan sirkus, dan Di cepat membuat pengunjung jatuh hati. Bertempat Hingga sebuah Markas Di kolam dan area teduh, Pollux melambangkan komitmen taman Pada hewan Di kesusahan. Pada ini, ia adalah salah satu hewan yang paling banyak difoto dan dicintai Hingga Monako, Di generasi Hingga generasi.
Pada ini, Jardin Animalier adalah Rumah Untuk Disekitar enam puluh spesies yang tersebar Hingga area seluas satu hektar. Burung-burung eksotis, reptil, primata, lemur, kura-kura, caiman, dan Malahan hewan ternak hidup berdampingan.
Pengunjung dapat menemukan berbagai satwa liar Di suasana hijau dan menenangkan. Taman ini sebenarnya merupakan Rumah Untuk hewan-hewan kecil, mulai Di monyet capuchin hingga walabi dan kura-kura berkerut. Hanya kuda nil saja yang menjadi satwa berbadan besar.
Terletak Hingga lereng selatan Rocher, Taman ini menawarkan pemandangan Pelabuhan Fontvieille yang menakjubkan. Hingga Di Itu, kebun binatang ini tidak datar, Akan Tetapi tata letaknya bertingkat.
Jalan setapak dan toilet sepenuhnya dapat diakses Dari Kelompok Di mobilitas terbatas. Taman bermain juga tersedia Untuk anak-anak.
Pada ini kebun binatang Jardin Animalier Rainier III ditutup sepanjang tahun 2026 Sebab adanya proyek perbaikan Keselamatan tebing batu yang kritis serta proyek modernisasi besar-besaran.
(bnl/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Negeri Ini Cuma Punya 1 Kebun Binatang, tapi Semua Satwa Tidak Dibeli











