Wisata  

Kronologi Lengkap WN China Panah dan Santap Penyu Sisik Di Raja Ampat



Raja Ampat

Warga Bangsa (WN) asal China bernama Wei Shang ditangkap polisi usai memanah penyu sisik memakai speargun, lantas menyantapnya Di penginapan. Begini kronologinya:

Polisi Ditengah Mengusut dugaan tindak pidana perburuan dan Membunuh Orang Lain satwa dilindungi yang dilakukan pelaku. Polisi juga mengungkapkan kronologi Peristiwa Pidana tersebut.

Kronologi Wei Shang Panah dan Santap Penyu Sisik

Peristiwa itu diduga terjadi Di Disekitar Keruwo Homestay, Kepulauan Pam (Fam), Raja Ampat Di 8 hingga 11 September 2026. Tepatnya Di lokasi reef sebelah utara Ormandira Homestay dan sebelah selatan Rufas.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Seorang wisatawan Asing berkewarganegaraan Tiongkok berinisial WS alias Wilson Shang diduga melakukan Kegiatan perburuan penyu menggunakan alat speargun,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny SA Hengkelare kepada wartawan, Rabu (16/9).

Penyu yang Diselidiki Wei Shang diketahui berjenis penyu sisik atau nama ilmiahnya Eretmochelys imbricata. Jenis penyu ini merupakan satwa dilindungi Di kawasan konservasi perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Berdasarkan informasi, pelaku diduga menyelam bersama dua orang lainnya Bersama menggunakan speargun. Hal ini berdasarkan dokumentasi foto dan video serta sejumlah informasi elektronik yang diperoleh.

“Dokumentasi yang Ditengah didalami penyidik diduga memperlihatkan speargun diarahkan Hingga Pada leher penyu hingga menyebabkan satwa tersebut mati,” jelasnya.

Penyu itu Setelahnya Itu dibawa Hingga lokasi penginapan atau homestay. Di lokasi tersebut pelaku memasak satwa dilindungi tersebut.

“Terdapat dokumentasi yang menggambarkan Kegiatan Setelahnya penyu tersebut diduga dibawa Hingga lokasi penginapan, dimasak dan Setelahnya Itu dikonsumsi,” ungkap Jenny.

Jenny menegaskan, seluruh informasi dan dokumentasi tersebut masih Untuk proses verifikasi dan pendalaman Dari penyidik. Polisi pun turun melakukan olah tempat kejadian Perkara Hukum (TKP).

“Personel gabungan Sebagai melaksanakan olah TKP Di lokasi homestay maupun lokasi bawah laut yang diduga berkaitan Bersama perburuan penyu sisik,” jelasnya.

Kapolres Raja Ampat AKBP Boma Wedhayanto Purnomo mengatakan, pihaknya terus melakukan langkah-langkah penyelidikan. Hal ini guna memastikan kebenaran informasi serta Menginformasikan fakta Untuk dugaan Perkara Hukum tersebut.

“Setiap informasi dan dokumentasi yang diterima Akansegera diverifikasi secara cermat Sebagai memastikan fakta kejadian. Proses penanganan dilakukan secara profesional sesuai Bersama Syarat hukum yang berlaku,” ujar AKBP Boma.

Peristiwa Pidana Ditindaklanjuti Sesuai Prosedur Hukum

Sambil Itu, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Hengki Haryadi memastikan laporan Yang Terkait Bersama dugaan tindak pidana Pada satwa yang dilindungi Akansegera ditindaklanjuti secara profesional dan sesuai prosedur hukum.

“Pada ini penyidik masih melakukan pendalaman, mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi serta berkoordinasi Bersama instansi Yang Terkait Bersama Sebagai memastikan seluruh fakta Untuk Perkara Hukum ini,” jelas Brigjen Hengki.

Diketahui, Wei Shang ditangkap Di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (14/9). Wei Shang diamankan Pada diduga hendak terbang Hingga Malaysia.

“Kami mengamankan yang bersangkutan Pada terindikasi Akansegera melakukan perjalanan Bersama pesawat AirAsia nomor penerbangan AK335 rute Makassar tujuan Kuala Lumpur,” kata Kepala Kantor Perpindahan Penduduk Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagio, Selasa (15/9).

———

Artikel ini telah naik Di detikSulsel.

(wsw/wsw)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kronologi Lengkap WN China Panah dan Santap Penyu Sisik Di Raja Ampat