Warga +62 Bakal Punya Akun Riwayat Kesejaganan Pribadi, Menkes: Mirip M-Banking

Jakarta

Pembantu Presiden Tim Menteri Kesejaganan Budi Gunadi Sadikin Menginformasikan Ide pemerintah Menampilkan akun Kesejaganan pribadi Untuk Kelompok Indonesia. Konsepnya mirip Inisiatif mobile banking, tetapi berisi seluruh rekam medis seseorang.

Hal itu disampaikan Budi Di peluncuran Viewer SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik (RME). Ia mengatakan seluruh data Kesejaganan Kelompok nantinya dikumpulkan Di satu ekosistem, mulai Di diagnosis, hasil laboratorium, Perawatan, hingga radiologi.

“Dari Sebab Itu sama seperti Inisiatif MyBCA atau Livin’, tapi isinya adalah seluruh akun seluruh bank ada Hingga kita. Seluruh bank, Sebab datanya ada Hingga nasional,” kata Budi, Selasa (1/9/2026).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bedanya, akun tersebut berisi ‘rekening Kesejaganan’ masing-masing individu. Data pemeriksaan Hingga berbagai fasilitas Kesejaganan Akansegera masuk Hingga akun yang sama.

Misalnya, seseorang melakukan Cek Kesejaganan Gratis (CKG), Setelahnya Itu pemeriksaan darah Hingga laboratorium dan pemeriksaan radiologi Hingga Puskesmas. Seluruh hasilnya Akansegera tercatat Di akun Kesejaganan pribadinya.



Budi meminta integrasi data dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, Di 3.200 Puskesmas dan 10 ribu puskesmas harus mengirimkan data secara lengkap. Integrasi juga mencakup klinik, apotek, laboratorium dan fasilitas Kesejaganan lainnya Di total Di 98 ribu faskes.

“Tolong pastikan bukan hanya terkoneksi, bukan hanya mengirimkan data, tapi datanya lengkap. Mulai data Di diagnosa, data laboratorium, Setelahnya Itu data Perawatan, sampai data radiologi,” ujarnya.

Menurut Menkes, tujuan utama sistem ini agar Kelompok dapat mengetahui Situasi kesehatannya kapan saja, sebagaimana seseorang mengecek Situasi keuangannya Melewati mobile banking.

“Kalau kita bisa tahu Situasi rekening keuangan kita setiap menit, setiap jam, ini bisa tahu Situasi rekening Kesejaganan kita itu seperti apa,” tuturnya.

Hingga Di, Budi juga membayangkan akun tersebut terhubung Di kecerdasan buatan (AI) Agar dapat Menyediakan rekomendasi berdasarkan Situasi Kesejaganan Pemakai.

Tak Perlu Bawa Berkas Di Pindah Faskes

Direktur Jenderal Kesejaganan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menjelaskan, integrasi SATUSEHAT Akansegera menghubungkan Puskesmas, laboratorium dan berbagai fasilitas pelayanan Kesejaganan lainnya, termasuk seluruh Puskesmas Lokasi.

Di sistem tersebut, pasien yang berpindah fasilitas Kesejaganan tidak perlu lagi membawa berkas rekam medis secara fisik.

“Ketika Kelompok nanti berpindah Di satu fasilitas pelayanan Kesejaganan Hingga fasilitas pelayanan Kesejaganan yang lainnya, dia nggak perlu bawa-bawa berkas. Cukup sebutkan NIK, maka Setelahnya Itu Akansegera keluar lengkap riwayat penyakitnya seperti apa,” kata Azhar.

Hasil pemeriksaan Di satu fasilitas Kesejaganan juga dapat dilihat Dari fasilitas Kesejaganan berikutnya. Misalnya, hasil pemeriksaan Hingga laboratorium dapat diakses Puskesmas tempat pasien melanjutkan pemeriksaan.

Azhar mengatakan integrasi ini juga diharapkan mempercepat pelayanan sekaligus membantu Praktisi Medis Di mendiagnosis pasien.

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Warga +62 Bakal Punya Akun Riwayat Kesejaganan Pribadi, Menkes: Mirip M-Banking