loading…
Peneliti LPEM FEB UI Teuku Riefky juga mengingatkan, bahwa tekanan ekonomi tidak hanya berdampak Ke sektor ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas sosial apabila tidak diantisipasi Bersama baik. Foto/Dok
Ia menjelaskan, konflik Politik Global Ke Timur Ditengah, Pertempuran Rusia-Ukraina, serta gangguan jalur pelayaran Ke Laut Merah Berpotensi Untuk menghambat pasokan energi dan Meningkatkan biaya Ekspedisi internasional. Situasi tersebut dapat Mendorong Ketidakstabilan Ekonomi Produk Impor, Meningkatkan biaya produksi, dan memberi tekanan Di posisi eksternal Indonesia serta Kurs Mata Uang Uang Negara Indonesia.
Di sisi domestik, Teuku Riefky menilai fundamental makroekonomi Indonesia masih relatif terjaga. Tetapi, struktur Perkembangan ekonomi dinilai masih Berjuang Bersama tantangan, terutama Di menciptakan lapangan kerja formal yang berkualitas dan Meningkatkan produktivitas.
Baca Juga: Trend Populer Makan Tabungan Makin Eksis Ke RI, Banyak Kelas Menengah Jatuh Miskin
Penyusutan kelas menengah, meningkatnya pengangguran Ke usia produktif, serta bertambahnya kelompok rentan dinilai Berpotensi Untuk menekan daya beli Komunitas. Ke sisi lain, perlambatan sektor Pabrik dan meningkatnya penyerapan tenaga kerja Ke sektor informal turut memperbesar kerentanan ekonomi Tempattinggal tangga.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Uang Negara Indonesia Terancam Tekanan Internasional dan Kerentanan Domestik, Peneliti LPEM FEB UI Ungkap Bahayanya











