Kenali Gagal Ginjal Kronis, Si ‘Silent Disease’ yang Sulit Terdeteksi Dini

Jakarta

Gagal ginjal kronis atau atau Chronic Kidney Disease (CKD) sering dijuluki sebagai silent disease atau Penyakit yang berkembang secara diam-diam.

Pasalnya, Di tahap awal Penyakit ini kerap tidak menimbulkan Tanda yang jelas Supaya banyak pengidap tidak Memahami Kemakmuran ginjalnya sudah Merasakan kerusakan. Dampaknya, gagal ginjal kronis Mutakhir terdiagnosis ketika fungsinya telah menurun cukup berat.

Apa Itu Gagal Ginjal Kronis?

Setiap orang umumnya Memperoleh dua ginjal yang berbentuk menyerupai kacang. Organ ini terletak Di Dibagian Di tubuh, Di kedua sisi tulang Di, tepat Di bawah tulang rusuk. Ukuran masing-masing ginjal kurang lebih sebesar kepalan tangan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ginjal berfungsi layaknya penyaring alami tubuh yang membuang limbah, racun, dan kelebihan cairan Di darah. Samping Itu, organ ini juga berperan Di menjaga Kesejajaran tulang dan membantu pembentukan sel darah merah. Ketika fungsi ginjal mulai menurun, proses penyaringan menjadi tidak optimal Supaya zat-zat sisa dan racun menumpuk Di Di darah.

Jika ginjal Merasakan kerusakan dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, zat-zat sisa Berencana menumpuk Di Di darah Supaya dapat menyebabkan berbagai masalah Kesejajaran, termasuk gagal ginjal.



Terdapat dua jenis utama gagal ginjal, yaitu akut dan kronis. Gagal ginjal akut terjadi secara tiba-tiba, dan Mungkin Saja dapat kembali normal jika penyebabnya diatasi. Sambil Itu, gagal ginjal kronis berlangsung perlahan-lahan Pada setidaknya tiga bulan, dan dapat menyebabkan gagal ginjal permanen.

Penyakit ini disebut ‘kronis’ Sebab penurunan fungsi ginjal terjadi secara perlahan Di jangka waktu yang lama. Seiring waktu, gagal ginjal kronis dapat berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir (end-stage kidney disease), yaitu Kemakmuran ketika ginjal hampir atau sudah tidak mampu menjalankan fungsinya.

Penyebab Gagal Ginjal Kronis

Dikutip Di laman Kemenkes RI, terdapat beberapa faktor risiko penyebab Penyakit ginjal kronik seperti hipertensi, diabetes mellitus, pertambahan usia, ada riwayat keluarga Penyakit ginjal kronik, obesitas, Penyakit kardiovaskular, berat lahir rendah, Penyakit autoimun seperti lupus eritematosus sistemik, keracunan Perawatan, Gangguan Menyebar sistemik, Gangguan Menyebar saluran kemih, batu saluran kemih dan Penyakit ginjal bawaan.

Samping Itu, Cara Hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, dan rendahnya Latihan juga menjadi faktor dominan yang berhubungan Di Penyakit gagal ginjal kronik.

Meski demikian, tidak semua pengidap gagal ginjal kronis Berencana Merasakan gagal ginjal stadium akhir. Tanpa penanganan yang tepat, Penyakit ini umumnya Berencana terus memburuk.

Hingga Di ini belum ada Perawatan yang dapat menyembuhkan gagal ginjal kronis, tetapi berbagai Perawatan dan perubahan Cara Hidup dapat membantu memperlambat kerusakan ginjal. Jika telah memasuki stadium akhir, pilihan terapi yang tersedia meliputi dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.

Tanda Gagal Ginjal Kronis

Adapun Tanda gagal ginjal kronis, seperti:

  • Lebih sering buang air kecil
  • Mudah lelah, lemas, atau kekurangan energi
  • Nafsu makan menurun
  • Pembengkakan Di tangan, kaki, atau pergelangan kaki
  • Sesak napas
  • Urine berbusa
  • Mata tampak bengkak, terutama Di Disekitar kelopak mata
  • Kulit kering dan gatal
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gangguan tidur
  • Mati rasa atau kesemutan
  • Mual dan muntah
  • Kram otot
  • Tekanan darah tinggi
  • Kulit tampak lebih gelap

Mengapa Gagal Ginjal Kronis Sulit Terdeteksi Dini?

Penyakit gagal ginjal kronis yang sulit terdeteksi rupanya berkaitan Di Tanda yang seringkali tidak muncul Di awal.

Spesialis Penyakit Di konsultan ginjal dan hipertensi, Dr dr Wachid Putranto, SpPD-KGH menuturkan Penyakit ginjal kronis seringkali tidak Menunjukkan Tanda. Ia menuturkan Tanda Mutakhir Berencana muncul Sesudah stadium lanjut, seperti stadium empat atau lima.

Maka Itu, ia mengingatkan pemeriksaan dini Di fasilitas Kesejajaran perlu dilakukan. Ini Untuk mencegah gagal ginjal secara dini dan menghindari Penanganan dialisis atau cuci darah seumur hidup.

“Ini yang menyebabkan pentingnya kita melakukan deteksi dini jangan sampai pasien sudah ada Tanda Mutakhir periksa Sesudah Itu ternyata sudah stadium lanjut,” ucap dr Wachid dikutip Di laman Kementerian Kesejajaran RI.

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kenali Gagal Ginjal Kronis, Si ‘Silent Disease’ yang Sulit Terdeteksi Dini