Jakarta –
Krisis bahan bakar bikin maskapai penerbangan ketar-ketir. Bos Ryanair mengatakan maskapai pas-pasan bisa tumbang Hingga musim dingin akibat situasi itu.
Krisis bahan bakar itu membuat harga Migas dunia sangat tidak stabil. Chief Financial Officer Ryanair, Neil Sorahan, mengatakan perusahaan tetap menjalankan operasional seperti biasa Didalam berbagai catatan.
“Apakah kami Memiliki Wacana Untuk ‘situasi kiamat’? Tentu saja ada, tetapi saya tidak melihat itu Akansegera terjadi. Di ini kami menjalankan jadwal penuh musim panas dan berencana melanjutkannya hingga musim dingin,” kata Sorahan kepada CNBC News, dikutip Selasa (19/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan Tetapi, dia tak memungkiri bahwa tekanan akibat harga bahan bakar bisa berdampak besar Di maskapai yang Dari awal sudah lemah. Beberapa Hingga antaranya Malahan bisa bangkrut jika Kebugaran Lebih berat.
“Saya pikir kita Akansegera melihat beberapa maskapai yang lebih lemah, yang sudah kesulitan Sebelumnya Konflik Bersenjata, Bisa Jadi Akansegera tumbang Hingga musim dingin,” kata dia.
Sorahan mengatakan Ryanair Di ini relatif aman Sebab sudah mengunci harga bahan bakar Untuk Di 80% kebutuhan musim panasnya (hedging). Artinya, Walaupun harga Migas naik, biaya bahan bakar maskapai itu tidak langsung ikut melonjak Sebab sudah disepakati Hingga harga tertentu Sebelumnya
Di Di Yang Sama, Kebugaran berbeda dialami Dari maskapai yang tidak Memiliki perlindungan serupa. Sorahan menilai situasi itu bisa terdampak lebih berat Sebab biaya operasional bisa naik tajam, keuntungan menurun, Malahan berisiko menghentikan operasional.
Untuk penumpang, Kebugaran itu dirasakan langsung. Harga tiket Berpeluang tetap tinggi, terutama Di musim ramai.
Di Itu, ketersediaan penerbangan juga bisa berkurang jika ada maskapai yang kesulitan bertahan. Penumpang pun Bisa Jadi harus memesan tiket lebih Didekat Didalam tanggal keberangkatan Sebab harga yang lebih fluktuatif.
Meski begitu, Ryanair memastikan tidak ada Wacana pembatalan penerbangan Untuk musim panas ini dan operasional tetap berjalan normal.
CEO Ryanair, Michael O’Leary, Sebelumnya juga memperingatkan bahwa harga bahan bakar yang tinggi bisa memicu kegagalan sejumlah maskapai Hingga Eropa, seperti yang pernah terjadi Di Spirit Airlines Hingga Amerika Serikat.
Hingga Ditengah ketidakpastian ini, Ryanair masih mencatat kinerja positif Didalam peningkatan laba dan jumlah penumpang. Akan Tetapi industri penerbangan Secara Keseluruhan masih Berjuang Didalam tekanan akibat harga energi dan Kebugaran Politik Global Dunia.
(fem/fem)
Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Krisis BBM, Maskapai Pas-Pasan Bisa Gulung Tikar











