Wisata  

Tabrak Kendaraan Pribadi Rombongan Haji Ke Grobogan-5 Tewas

Grobogan

Nasib nahas kembali menimpa KA Argo Bromo Anggrek. Setelahnya terlibat kecelakaan Bersama KRL Commuter Line Ke Stasiun Bekasi Timur, kereta ini menabrak Kendaraan Pribadi rombongan haji Ke Grobogan dan menyebabkan 5 orang tewas.

Kecelakaan maut itu terjadi Ke perlintasan KA swadaya, jalan umum Tuko – Sidorejo, Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan Ke Jumat (1/5) dini hari.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani Melewati Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, menceritakan awal mula kejadian nahas itu. Eko mengatakan peristiwa nahas itu terjadi pukul 02.52 WIB.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP, berpenumpang 9 orang, berjalan Bersama arah selatan atau Sidorejo Di Di arah utara atau Purwodadi Bersama Kelajuan Untuk,” kata Eko Pada dimintai konfirmasi.

Pada tiba Ke perlintasan swadaya itu, mesin Kendaraan Pribadi Avanza dilaporkan mati. Ke Pada yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek Akansegera melintas Bersama arah barat Di timur.

“Sesampainya Ke TKP, Toyota Avanza berhenti atau mesin mati Ke jalur rel sebelah selatan. Ke Pada bersamaan Bersama arah barat Di Di timur Ke jalur rel sebelah selatan berjalan Kereta Api Argo Bromo Anggrek,” terang Eko.

Kecelakaan pun tak terhindarkan Sebab jarak KA yang sudah terlalu Di. Kendaraan Pribadi tersebut Lalu terpental sejauh Di 20 meter dan masuk Di area persawahan.

“Sebab jarak sudah Di, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak body Didepan kiri Bersama Toyota Avanza hingga Kendaraan Pribadi terpental sejauh kurang lebih 20 meter dan menabrak tiang Indihome. Lalu Kendaraan Pribadi terjatuh Di selatan masuk Di sawah,” ungkap Eko.

Menurut Eko, kecelakaan ini terjadi Sebab ada unsur kurangnya kehati-hatian pengemudi Kendaraan Pribadi Pada melewati perlintasan kereta api.

“Kurang hati-hatinya Toyota Avanza Sebab Ke perlintasan sebidang Di jalur kereta api dan jalan, pengemudi Kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan atau ada isyarat lain,” ujar Eko.

5 Orang Tewas

Akibat kecelakaan itu, lima orang dilaporkan tewas. Korban terakhir sempat dirujuk Di Semarang, Sebelumnya akhirnya dinyatakan meninggal dunia Ke Sabtu (2/5) malam.

Berikut Identitas Kelima Korban

1. ND (10), alamat Dusun Prau RT 2 RW 6, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon. Kerusakan kepala berat, meninggal Ke Puskesmas Pulokulon 1.

2. Mukamat Sakroni (51), laki-laki, alamat Dusun Ngablak RT 19 RW 7, Desa Kemloko, Kecamatan Godong. Kerusakan kepala berat, meninggal Ke Puskesmas Pulokulon 1.

3. Dalni (51), perempuan, alamat Dusun Ngablak RT 19 RW 7, Desa Kemloko, Kecamatan Godong. Kerusakan kepala berat, meninggal Ke Puskesmas Pulokulon 1.

4. SB (2), perempuan, alamat Dusun Sidorejo RT 5 RW 2, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon. Kerusakan kepala berat, meninggal Ke Puskesmas Pulokulon 1.

5. Indah Setiyawati (27), alamat Dusun Sidorejo RT 5 RW 2, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.

Sedangkan empat korban lainnya Merasakan luka-luka. Sembilan korban yang naik Kendaraan Pribadi Avanza merupakan rombongan pengantar haji pasutri Sadi dan Wartini, warga Grobogan. Semua korban masih satu keluarga.

“Satu keluarga itu. Semua korban sudah berhasil dievakuasi dan dilakukan penanganan Bersama petugas. Kendaraan Pribadi juga sudah terevakuasi,” jelas Iptu Eko.

Pengakuan Sopir Avanza Maut

Iptu Eko menyebut Pada kecelakaan terjadi, pengemudi mengaku jarak pandangnya terbatas, Sebab adanya kabut. Keterangan tersebut juga diperkuat Bersama temuan Pada tertabrak, posisi Kendaraan Pribadi hanya roda depannya saja yang berada Ke atas rel KA.

“Pandangan benar-benar terbatas Sebab adanya kabut, hanya 10 meter. Tadi (informasi mati mesin) itu hanya laporan Sambil Itu, Sebab Untuk posisi yang Ke atas rel itu hanya ban depannya saja,” ujar Eko.

Meski jarak pandang terbatas itu, pengemudi merasa yakin Untuk melintasi perlintasan KA Sebab kendaraan Ke depannya juga melintas Bersama aman.

“Pengemudi menjelaskan kendaraan Ke Didepan yang melintas aman, tidak ada kereta api Agar dia melintas. Pada melintas tiba-tiba Terbaru melangkah ban depannya itu Terbaru masuk Di rel yang sebelah selatan itu langsung ditabrak kereta,” tutur Eko.

Eko juga menyampaikan Setelahnya dilakukan olah TKP Lebih Jelas, diketahui lokasi kejadian tersebut berada Ke Desa Sidorejo, bukan Desa Tuko sebagaimana yang disampaikan Sebelumnya Itu.

“Relnya itu yang sebelah selatan masuk Desa Sidorejo, rel yang sebelah utara itu masuk Desa Tuko. Bersama Sebab Itu kejadiannya itu pertama kali kita menyebutkan adalah Tuko, tetapi Setelahnya kita bertanya-tanya, melaksanakan olah TKP hari ini, TKP ini berada Ke desa si Sidorejo Kecamatan Pulokulon,” jelas Eko.

——-

Artikel ini telah naik Ke detikJateng, bisa dibaca selengkapnya Ke sini, Ke sini dan Ke sini.

Halaman 2 Bersama 2

Simak Video “Video: Cerita Heriyati Selamat Bersama Tabrakan Kereta Bekasi Tepat Pada Turun Bersama Gerbong

(wsw/wsw)





Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tabrak Kendaraan Pribadi Rombongan Haji Ke Grobogan-5 Tewas