Jakarta –
Sebuah kecelakaan kereta terjadi melibatkan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Ke Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Secara keseluruhan KAI menyebut kini total ada 81 korban luka-luka yang dirawat Ke Puskesmas.
“Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang,” ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan Ke Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
User media sosial saling menyampaikan simpatik dan keprihatinan atas berita kecelakaan tersebut. Tetapi seiring itu, banyak juga warganet yang membagikan foto atau video berisi suasana maupun korban Ke lokasi kecelakaan.
Akan Tetapi, sebenarnya tindakan tersebut sangat tidak dibenarkan. Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum mengatakan hal ini bisa menyebabkan kecemasan, tidak hanya Bagi keluarga korban, tetapi Ke orang lain yang melihatnya.
“Karena Itu, sebaiknya tidak menyebarkan foto yang ada gambar korban-korban kecelakaan tersebut,” kata Nuzulia Rahma kepada detikcom Di Menyambut Baik Yang Terkait Bersama kecelakaan maut serupa.
“Sebab, foto Bersama gambar yang mengenaskan seperti darah menggenang juga bisa saja Memberi trigger kecemasan Ke orang yang melihatnya,” sambungnya.
Senada Bersama itu, psikolog klinis Veronica Adesla menyebut dampak tersebarnya foto dan video kecelakaan sangat berdampak Ke keluarga korban. Mereka bisa Merasakan emosi yang Lebih parah, seperti kesedihan, kemarahan, hingga trauma berkepanjangan.
“Keluarga korban sendiri Di ini Lagi shock dan berjolak secara emosional Bersama tragedi yang menimpa anggota keluarganya, yang mengakibatkan mereka kehilangan anggota keluarga yang dikasihi,” pungkasnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kecelakaan Kereta Ke Bekasi, Stop Sebar Foto-Video Korban!











