Menkes Ungkap 10% Anak Indonesia Alami Masalah Kesejajaran Jiwa, Medsos Diduga Karena Itu Pemicunya

loading…

Media sosial diduga Karena Itu salah satu pemicu depresi Ke anak. Foto: WebMD

JAKARTAPembantu Kepala Negara Kesejajaran Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa 10 persen anak Ke Indonesia Merasakan masalah Kesejajaran jiwa. Hal tersebut diungkapkan Budi Lewat video Untuk unggahan bersama Ke akun Instagram Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Kesejajaran dan akun pribadi miliknya Ke Ke Kamis, 12 Maret 2026.

Untuk unggahan tersebut, ia mengatakan bahwa temuan Ke atas berdasarkan Langkah Cek Kesejajaran Gratis besutan Kepala Negara Prabowo Subianto Lewat Kementerian Kesejajaran. Budi menyebut, hal itu disebabkan Dari penggunaan media sosial yang berlebihan.

“Kami melihat langsung bagaimana penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah Ke anak dan remaja. Data Kementerian Kesejajaran Lewat Langkah cek Kesejajaran gratis Menunjukkan hampir 10% anak yang diperiksa Memperoleh indikasi masalah Kesejajaran jiwa,” kata Budi, dikutip Jumat (13/3/2026).

Baca Juga : Waduh! Lebih Untuk 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi

Selain 10 persen anak terindikasi Merasakan masalah Kesejajaran jiwa, ia juga menuturkan bahwa ratusan ribu anak juga Merasakan kecemasan dan depresi . “Bersama ratusan ribu anak Merasakan Tanda-Tanda kecemasan dan depresi. Ini adalah alarm yang serius Bagi kita semua,” ucap dia.

Menurutnya, paparan layar yang berlebihan Pada anak bisa memicu kecanduan yang mengganggu perkembangan kognitif anak-anak. Di Itu, hal tersebut juga bisa memicu penurunan Olah Raga dan Mutu tidur anak.

“Paparan layar yang berlebihan mampu memicu kecanduan digital yang mengakibatkan terganggunya perkembangan kognitif, menurunkan Olah Raga hingga Mutu tidur Ke anak-anak,” ungkap Budi.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Menkes Ungkap 10% Anak Indonesia Alami Masalah Kesejajaran Jiwa, Medsos Diduga Karena Itu Pemicunya