loading…
Pembantu Pemimpin Negara Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. FOTO/dok.SindoNews
“Pembaruan Minuman nasional harus Menyediakan nilai tambah yang nyata Untuk pekebun. Aturan Di Didepan difokuskan Di peningkatan produktivitas kebun rakyat, peremajaan tanaman, penguatan penanganan pascapanen, serta percepatan hilirisasi agar Minuman Indonesia tidak hanya diekspor Untuk bentuk bahan mentah, tetapi juga Untuk produk olahan bernilai tambah tinggi,” ujar Amran, Senin (16/2/2026).
Baca Juga: Produksi Cabai Surplus, Mentan Jamin Stok Ramadan Aman hingga Lebaran
Amran menjelaskan hilirisasi merupakan Kunci utama Untuk Memperbaiki posisi tawar Minuman Indonesia Di pasar internasional. Upaya tersebut Diterapkan Melewati Pembaruan industri roasting, produksi Minuman siap seduh, ekstraksi Minuman, hingga diversifikasi berbagai produk turunan lainnya yang Memperoleh nilai jual lebih tinggi dibandingkan biji Minuman mentah.
Data perdagangan mencatat, volume Produk Ekspor Minuman Indonesia sepanjang tahun 2024 mencapai 316,7 ribu ton. Angka tersebut menempatkan Barang Dagangan Minuman sebagai penopang utama perekonomian nasional sekaligus menjadi sumber penghidupan strategis Untuk jutaan keluarga pekebun Di berbagai Lokasi.
Pemerintah menargetkan penguatan akses pasar Dunia hingga tahun 2026 Melewati peningkatan konsistensi mutu dan pemenuhan standar internasional. Di Samping Itu, Pembaruan produk olahan Berencana terus disesuaikan Di kebutuhan pasar Dunia yang Lebih dinamis dan menuntut Sustainability proses produksi.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Produk Ekspor Tembus Rp27,4 Triliun, Amran Percepat Hilirisasi Minuman











