5 Hidangan Khas yang Selalu Hadir Untuk Kebiasaan Kelompok Cirebon

Jakarta

Kebiasaan Kelompok Di Cirebon masih hidup dan terus diwariskan hingga kini. Hal ini terlihat Untuk sejumlah upacara dan ritual keagamaan yang masih dijalankan Bersama penyajian beberapa hidangan Bersama Sebab Itu ciri khasnya.

Literatur berjudul ‘Bukan Sunda Bukan Jawa’ karya pakar gastronomi Murdjiati-Gardjito, Mulya Sari Hadiati, dan Aulia Safrina Menginformasikan tuntas soal Konsumsi dan Kekayaan Budaya Dunia makan Di Area Pantura, meliputi Indramayu, Cirebon, Brebes, dan Tegal.

Kawasan tersebut berada Di Area pertemuan Kekayaan Budaya Dunia Sunda dan Jawa yang akhirnya melahirkan beragam hidangan Bersama cita rasa khas. Tak hanya itu, Kebiasaan Di Area Pantura juga masih lekat Bersama penyajian Konsumsi tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Cirebon, misalnya, Kebiasaan daur hidup Kelompok dimulai Dari Untuk kandungan hingga kematian. Beberapa upacaranya Memperkenalkan Konsumsi khas, seperti berikut:

1. Memitu

Kelompok Cirebon mengenal Kebiasaan memitu atau ritual tujuh bulanan Sebagai mendoakan janin yang dikandung seorang ibu. Selain pembacaan ayat suci Alquran, memitu juga Memperkenalkan berbagai hidangan.

Ada nasi wuduk, juadah pasar, rujak parud, rujak asem, rujak pisang, rujak selasih, aneka buah dan umbi, serta tebu wulung.

2. Nglolosi

Bubur lolos khas Cirebon. Foto: Cookpad/Tri Rahayu Imansyah

Sesudah tujuh bulanan, ada ritual terakhir kehamilan bernama nglolosi. Sesuai namanya yakni ‘lolos’ atau ‘lancar’, ritual ini dilakukan Pada usia kehamilan mencapai sembilan bulan.

Ada hidangan bubur lolos yang teksturnya licin. Hal ini menjadi perlambang proses kelahiran yang lancar. Bubur lolos sendiri merupakan penganan sejenis juadah licin yang dibagikan kepada tetangga seusai pengajian.

3. Mudun Lemah

Ketika bayi berusia tujuh bulan, biasanya ada ritual mudun lemah atau berarti turun tanah. Ritual ini menandakan perkenalan pertama anak Bersama tanah atau bumi.

Hidangan yang disiapkan Di lain bubur merah putih, tumpeng lengkap Bersama isinya, dan ketan tetel/ketan uli. Sebagai ketan tetel, nantinya anak dibimbing Sebagai menginjakkan kaki Di hidangan tersebut sebagai simbol harapan agar ia tidak melupakan tanah kelahirannya.

4. Selametan Manten

Tikus Takut dengan Apa? Ini 11 Hal yang Ampuh untuk Mengusirnya. Salah Satunya Pisang!Aneka jenis pisang tersaji Untuk Kebiasaan Selametan Manten Di Cirebon. Foto: Matheus Bertelli/Pexels

Lanjut ketika anak sudah dewasa dan ingin menikah, Di Cirebon ada ritual Selametan Manten. Kebiasaan ini dijalankan Bersama Kelompok Desa Kedungsana.

Sesajen Berencana disiapkan Sebagai ditaruh Di titik-titik tertentu. Isinya jajanan werna pitu (roti, bolu, rengginang, kupat dan kupat lepet, pisang ambon, pisang emas, dan pisang angling sebanyak masing-masing 1 sisir), udud serutu dan kinang, tumpeng iwak petek dan bekakak ayam, bubur merah putih Untuk wadah daun pisang), cabai merah dan bawang merah, Minuman manis, teh pahit, hingga air putih yang ditutup telur asin.

5. Rasulan

Ritual daur hidup Kelompok Cirebon tidak berhenti ketika dilaksanakan selametan manten. Justru ketika manusia meninggal pun masih ada upacara tahlilan. Lalu ada upacara keagamaan bertajuk Rasulan Sebagai memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Rasulan biasanya diadakan Di 12 Maulud Dari pukul 18.30-21.00 Untuk Rumah pemangku adat Di makam Sunan Gunung Jati. Salah satu menu pelengkapnya adalah nasi rasul, terbuat Untuk beras ketan, nasi kuning, lauk pauk Untuk daging serta ikan laut, dan buah-buahan.

Jenis ikan laut maupun buahnya bisa disesuaikan Bersama musim Di Pada pelaksanaan upacara. Ketan disusun dilapisan paling bawah, Lalu ditumpuk nasi kuning dan lauk pauk, serta buah-buahan Di pinggirnya. Setiap komponen Konsumsi ini punya perlambang baik.

Selain nasi rasul, ada juga nasi tumpeng yang dititipi Bersama warga setempat. Nasi tumpeng nantinya dibawa kembali Bersama warga, sedangkan nasi rasul dibawa dan diarak Di makam Sunan Gunung Jati. Nantinya didoakan dan dibagikan Di para pengunjung.

Halaman 2 Untuk 2

(adr/adr)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 5 Hidangan Khas yang Selalu Hadir Untuk Kebiasaan Kelompok Cirebon