loading…
Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menilai, dunia media dan Keahlian adalah industri yang berubah sangat cepat. Foto/Aziz Indra.
Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menilai, dunia media dan Keahlian adalah industri yang berubah sangat cepat. Sebagai itu perusahaan tidak bisa berpegang Di satu model Usaha dan harus terus Menyusun agar dapat bertahan Justru berkembang.
Baca juga: Vision+ Rayakan HUT Hingga-6 Bertema Goes Dunia, Siap Ekspansi Hingga Pasar Internasional
Hary Tanoe mencontohkan Pada syuting adegan-adegan ekstrem yang tidak memungkinkan memakai live action. Mengingat biaya yang digelontorkan Sebagai live action terlalu besar, Agar Hingga situlah kombinasi Di AI diperlukan.
“Saya setuju Di Bu Clarissa Sebagai dikombinasi Di AI. Lantaran kalau micro-drama itu speed. Tapi budget-nya nggak boleh tinggi-tinggi Lantaran ARPU nggak bisa mahal-mahal, ya kan? Agar adegan-adegan yang ekstrem, misalnya orang nyemplung jurang, tabrakan, itu nggak Mungkin Saja pakai live action. Nggak Mungkin Saja, mahal, waktu,” jelasnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Vision+ Ulang Tahun Hingga-6, Hary Tanoesoedibjo Soroti Pentingnya AI Untuk Industri Media Digital











