Wisata  

Video Promosi Wisata Gunung Salak Viral, Warga Lokal Geram!

Sukabumi

Video viral yang diunggah konten kreator Sukabumi soal promosi wisata Hingga kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menuai polemik.

Warga lokal dibuat geram Bersama konten video tersebut. Konten tersebut memantik kemarahan warga Sebab dinilai membuka ruang legitimasi Karya wisata Hingga Daerah yang rawan kerusakan lingkungan.

Di video itu, sang kreator menampilkan kunjungan Hingga kawasan Gunung Salak Blok Cangkuang bersama sejumlah tokoh agama. Ia juga mengklaim adanya Dukungan ulama Pada pembukaan Karya wisata Hingga lokasi tersebut.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, kawasan itu Ditengah disorot Sebab berdekatan Bersama area perusakan lahan dan dugaan penebangan pohon ilegal. Kemunculan video tersebut tentu saja membuat warga Cidahu resah.

Mereka khawatir wilayahnya Merasakan bencana lingkungan seperti yang pernah terjadi Hingga sejumlah Lokasi Hingga Sumatera dan Aceh.

Video yang diketahui diunggah Ke Sabtu (13/12) dan langsung menuai reaksi keras Di warga. Akan Tetapi, Ke Minggu (14/12), video itu mendadak hilang Di akun konten kreator yang dikenal Bersama nama Mang Kifli.

“Urang ekeur silaturahmi jeung para tokoh kiyai Cidahu-Cicurug, aya ti MUI, FKUB, Bani Adam aya, silaturahmina dimana? Hingga tanah enclave PT Kawah Ratu. Karena Itu para tokoh ulama sa-Cidahu Cicurug ngadukung ayana wisata Hingga tanah ieu, aduh ieu tiis oge nyak,” ucap Kifli Di video tersebut.

Skuat Advokasi Warga Cidahu Gunung Salak menilai pembukaan dan pengelolaan wisata Hingga kawasan hutan serta perkebunan bertentangan Bersama komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat Di menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut mereka, Karya tersebut tidak sejalan Bersama Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 26/PM.05.02/PEREK tertanggal Maret 2025 tentang penghentian izin Melakukanlangkah-Langkah non-usaha dan pemanfaatan kawasan hutan dan perkebunan. Samping Itu, juga bertentangan Bersama Surat Edaran Gubernur Nomor 180.HUB.03.08.02/PERKIM yang diterbitkan Ke Desember 2025.

“Pembukaan tempat wisata Hingga kawasan hutan dan perkebunan jelas tidak sejalan, Malahan mencederai semangat Gubernur Jawa Barat Di menjaga hutan,” kata anggota Skuat Advokasi Warga Cidahu, Rozak Daud, Kamis (18/12).

Rozak juga menyoroti klaim Di video yang menyebut lokasi wisata berada Hingga atas tanah enclave. Ia menegaskan, pemahaman soal tanah enclave perlu diluruskan, baik Di sisi status hukum maupun peruntukannya.

“Tanah enclave Di bekas HGU Ke prinsipnya diperuntukkan sebagai tanah cadangan Bangsa, kepentingan umum, atau Tanah Objek Reforma Agraria Untuk Komunitas yang memenuhi kriteria. Bukan Sebagai dikelola kembali Bersama perusahaan Mutakhir sebagai tempat wisata,” tegasnya.

Ia pun Merangsang aparat penegak hukum dan instansi Yang Terkait Bersama Sebagai menelusuri lebih jauh legalitas Karya tersebut, termasuk soal perizinan dan pihak yang memfasilitasi pengelolaan wisata Hingga kawasan itu.

“Perlu kejelasan perizinan, siapa yang memfasilitasi, serta kesesuaiannya Bersama Syarat pemanfaatan kawasan hutan dan perkebunan,” ujarnya.

Warga Lokal Sayangkan Kerusakan Lingkungan

Ke Pada Yang Sama, tokoh warga Cidahu, Rohadi (50) juga menyayangkan klaim Dukungan Pada Karya wisata Hingga Blok Cangkuang. Menurutnya, klaim tersebut tidak mencerminkan Situasi kerusakan hutan yang telah berlangsung lama Hingga Daerah itu.

Ia mengungkapkan, Hingga Blok Cangkuang, Kecamatan Cidahu, telah terjadi pembabatan lahan dan penebangan pohon secara masif. Termasuk pohon-pohon yang dahulu ditanam Di Inisiatif penghijauan Bersama Pembantu Presiden Tim Menteri Pertanian Bustanil Arifin puluhan tahun silam.

“Penebangan ini sudah terjadi Sebelum lama. Pelakunya bukan pemilik pohon, melainkan pihak yang Pada ini membuka wisata Hingga Blok Cangkuang. Kami menduga tanpa izin,” kata Rohadi.

Di dua tahun terakhir, lanjut Rohadi, kerusakan hutan Lebih parah. Sejumlah pohon bernilai tinggi seperti manggong, damar, jengjeng, pasah, saninten, hingga puspa ditebang. Pohon pinus dan damar yang ditanam Sebagai penghijauan juga tak luput Di pembalakan.

Dampak kerusakan tersebut dirasakan langsung warga Hingga tiga desa yang bergantung Ke sumber air Di Blok Cangkuang, yakni Desa Cidahu, Jayabakti, dan Pondokaso. Debit air bersih menurun drastis, Sambil Itu Mutu air kian memburuk.

“Air yang dulu jernih, sekarang cepat keruh meski hujan ringan. Kolam penampungan yang biasanya penuh kini hanya terisi setengah,” ujarnya.

Rohadi juga mengingatkan Bencana Alam bandang yang terjadi Ke Oktober 2022 Hingga kawasan Pondokaso akibat meluapnya Sungai Cibojong yang membawa lumpur dan material kayu. Sungai tersebut merupakan pertemuan aliran Sungai Cibogo Di Cidahu dan Sungai Cirasamala Di Cicurug yang berhulu Hingga kawasan Gunung Salak dan melintasi Blok Cangkuang.

“Kekhawatiran warga makin besar Sebab akar-akar pohon yang dulu menahan air kini sudah membusuk dan tidak lagi berfungsi,” katanya.

Ia menambahkan, Sebelumnya pembalakan liar terjadi, kawasan tersebut dikelola Melewati skema Hak Guna Usaha (HGU) Bersama pengawasan ketat. Akan Tetapi kini, kawasan terbuka tanpa pengawasan, akses jalan masuk Hingga Di kawasan, dan vegetasi alami diduga digantikan lahan kosong Sebagai kepentingan komersialisasi.

“Dulu kawasan tertutup dan dijaga ketat. Sekarang gerbang HGU rusak dan kawasan terbuka,” jelasnya.

Warga Cidahu yang bermukim Hingga kaki Gunung Salak, khususnya RW 02, berharap pemerintah Lokasi hingga pusat segera turun tangan menghentikan kerusakan lingkungan tersebut.

“Kami berharap Gubernur Jawa Barat bisa melihat langsung Situasi ini. Kami hidup Di bayang-bayang bencana,” katanya.

Ketua MUI Cidahu Klarifikasi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cidahu, KH. Moch Endang Sanaaul Ahza mengklarifikasi Yang Terkait Bersama keberadaannya Di video tersebut. Dia membantah menyetujui Dukungan kawasan Gunung Salak menjadi tempat wisata.

“Saya mengklarifikasi Yang Terkait Bersama video yang beredar yang diangkat Bersama Mang Kifli creator Di TikToknya Yang Terkait Bersama dugaan yang disampaikan Mang Kifli tersebut, yang narasi spontan bahwa ulama se-Cidahu Cicurug mendukung tempat Liburan dan itu tidak benar,” kata Endang Di video yang diterima detikJabar.

Dia menyampaikan bahwa kedatangannya Hingga lokasi tersebut Sebagai bersilaturahmi Bersama tokoh setempat. Menurutnya, video yang diambil Bersama konten kreator tersebut bersifat spontanitas.

“Spontan Mang Kifli datang dan spontan membuat konten seperti itu, sekali lagi atas kegaduhannya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas nama pribadi saya dan juga atas nama MUI se-Kecamatan Cicurug,” tutupnya.

——-

Artikel ini telah naik Hingga detikJabar.

Halaman 2 Di 2

Simak Video “Video: Jalan Arah Gunung Salak Bogor Longsor Lagi Pada Ditengah Perbaikan

(wsw/wsw)






Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Video Promosi Wisata Gunung Salak Viral, Warga Lokal Geram!