Jakarta –
Menginformasikan fakta Kota Aten, Lost Golden City Di Mesir yang terkubur 3.000 tahun. Kota kuno ini Bersama Sebab Itu pusat industri dan menyimpan misteri peradaban mesir kuno.
Di 2021, para arkeolog kembali dihebohkan Bersama penemuan ‘Kota Emas yang Hilang’ Di kawasan Luxor, tepatnya Di Daerah Disekitar Lembah Para Raja, Mesir.
Kota emas yang lama hilang ini bernama Aten, menjadi salah satu penemuan arkeologi paling penting Di beberapa tahun terakhir. Kota ini ditemukan Bersama Skuat arkeolog Sesudah melakukan pencarian Pada kurang lebih lima tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikTravel yang mengutip Daily Mail, Kamis (26/3/2026), Aten terkubur pasir Pada lebih Bersama 3.000 tahun. Kota itu berasal Bersama masa pemerintahan Amenhotep III (1391-1353 SM).
Di masa itu, Aten berfungsi sebagai pusat administrasi sekaligus pusat industri utama kerajaan. Kota ini Sesudah Itu ditinggalkan Sesudah masa pemerintahan Akhenaten, ketika ibu kota dipindahkan Hingga Amarna Di rangka perubahan besar sistem kepercayaan.
Para arkeolog menemukan sisa-sisa bangunan Rumah, area produksi, hingga pabrik yang diduga digunakan Sebagai memproses emas dan berbagai material lainnya. Di Samping Itu, ditemukan pula berbagai artefak berharga seperti koin tembaga Bersama dinasti Ptolemaic.
Julukan “Lost Golden City” atau kota emas yang hilang diberikan Sebab kota ini diyakini pernah menjadi salah satu pusat kemakmuran terbesar, termasuk Di Karya produksi dan distribusi kekayaan seperti emas.
Fakta-fakta Kota Aten, Lost Golden City
1. Kota Terbesar yang Pernah Ditemukan
Aten disebut sebagai kota kuno terbesar yang pernah ditemukan Di Mesir. Melansir The Guardian, para arkeolog menemukan kawasan yang luas Bersama tata kota yang jelas, mulai Bersama area pemukiman hingga industri.
Penemuan ini Malahan Disorot sebagai penemuan paling penting kedua Sesudah ditemukannya makam Tutankhamun.
2. Kondisinya Sangat Terawat
Salah satu hal paling mengejutkan Bersama Aten adalah kondisinya yang masih sangat baik. Dinding-dinding bangunan masih berdiri kokoh, Malahan beberapa ruangan masih menyimpan peralatan sehari-hari.
Situasi ini sempat membuat para arkeolog heran, bagaimana tidak? Situasi bangunan yang telah terkubur ribuan tahun itu seakan Mutakhir ditinggalkan kemarin.
3. Pusat Industri Mesir Kuno
Aten bukan hanya kota administratif, tetapi juga pusat industri besar. Ditemukan area produksi seperti dapur roti, bengkel, hingga fasilitas pengolahan logam dan kemungkinan emas, Menunjukkan bahwa kota ini memainkan peran penting Di ekonomi kerajaan Mesir kuno.
Aten juga secara tidak langsung Menyediakan gambaran sekilas tentang kehidupan orang-orang Mesir kuno yang bekerja Di bidang industri. Penemuan ini menjadi bukti bahwa Mesir pernah menjadi Bangsa kekaisaran terkaya Di masanya.
4. Misteri Perubahan Agama Mesir
Kota ini menjadi Kunci penting Sebagai memahami masa transisi keagamaan Di Mesir. Melansir National Geographic, Rabu (25/3), Sesudah masa Amenhotep III, putranya Akhenaten (1353-1336 SM) mengubah segala panteon tradisional Mesir kecuali penyembahan Di dewa matahari Mesir yaitu Aten.
Di persembahannya itu, Akhenaten mengubah julukannya yang Sebelumnya bernama Amenhotep IV menjadi Akhenaten yang berarti “Dikhususkan Sebagai Aten.”
Sesudah kematian Akhenaten, pemerintahan diambil alih Bersama putranya, raja Tutankhamun. Di masa pemerintahannya Tutankhamun menghapuskan ajaran agama, Karya Seni, dan Kearifan Lokal Global yang diterapkan Bersama Akhenaten. Malahan, Di rangka perubahan besar sistem kepercayaan ibu kota pemerintahkan dipindahkan Hingga Amarna, membuat Aten Sesudah Itu ditinggalkan.
5. Tembok Unik Berbentuk Zig-zag
Salah satu temuan Menarik Perhatian adalah dinding kota berbentuk zig-zag yang mencapai tinggi Disekitar tiga meter. Struktur ini jarang ditemukan Di situs lain dan diduga Memperoleh fungsi khusus, baik sebagai sistem Perlindungan maupun pembatas area tertentu Di kota.
Struktur dinding didesain Bersama satu pintu masuk. Hal ini berarti, desain ini berkaitan Bersama sistem Perlindungan Sebagai membatasi pergerakan masuk dan keluar area bangunan.
6. Artefak Bertuliskan Hieroglif
Di penemuan itu, banyak artefak yang Memperoleh tulisan hieroglif, sistem penulisan kuno yang menggabungkan logogram, fonogram, dan determinatif. Berapa penemuan tutup kapal anggur, vas berisi daging kering, hingga cap resmi yang mencantumkan tahun pemerintahan Amenhotep III.
Temuan ini membantu arkeolog menentukan usia kota secara lebih akurat Bersama tulisan tanggal yang jelas Di Di sejumlah artefak yang ditemukan.
Misalnya, sebuah kapal yang berisi dua galon daging rebus bertuliskan tahun 37 yang dikisarkan Di masa pemerintahan Amenhotep III dan Akhenaten. Ada juga scarabs, batu bata, dan kapal Bersama tanggal berdasarkan masa pemerintahan Amenhotep III.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Terkubur Pasir Pada 3 Ribu Tahun Lamanya











