Bisnis  

Rapor Moody’s Rating Karena Itu Momentum Pemerintah Benahi Keputusan Fiskal

loading…

Moody’s Ratings mempertahankan Pangkat kredit Indonesia Ke level Baa2 Bersama status investment grade, Akan Tetapi Memberi catatan kritis berupa penetapan outlook negatif. FOTO/Shutterstock

JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings mempertahankan Pangkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia Ke level Baa2 Bersama status investment grade, Akan Tetapi Memberi catatan kritis berupa penetapan outlook negatif. Kendati fundamental Peningkatan Ekonomi dinilai masih kuat, perubahan proyeksi ini menjadi sinyal peringatan Untuk arah Keputusan pemerintah, terutama Yang Berhubungan Bersama risiko fiskal dan ketidakpastian Keputusan Hingga Didepan.

“Penurunan outlook menjadi negatif adalah peringatan serius. Ini bukan soal angka semata, tapi soal kepercayaan pasar Pada bagaimana kita mengelola Negeri,” ujar Wakil Ketua Komisi XI Lembaga Legis Latif RI, Dolfie O.F.P., Di keterangan resminya Hingga Jakarta.

Baca Juga: Moody’s Turunkan Outlook Kredit RI Karena Itu Negatif, OJK Tekankan Penguatan Sektor Keuangan

Dolfie menegaskan bahwa rapor Bersama Moody’s tersebut merupakan cermin Untuk pemerintah Sebagai segera melakukan pembenahan total. Ia menyoroti bahwa masalah utama yang menjadi perhatian lembaga pemeringkat tersebut bukan lagi sekadar kapasitas ekonomi, melainkan Standar tata kelola, konsistensi Keputusan, hingga efektivitas komunikasi publik yang Pada ini Disorot masih lemah.

Di laporannya, Moody’s Memberi catatan khusus Ke beberapa sektor yang berisiko menggoyang stabilitas Peningkatan Ekonomi. Hal ini mencakup lonjakan belanja sosial yang dinilai tidak seimbang Bersama Dukungan penerimaan Negeri yang memadai, serta kekhawatiran Yang Berhubungan Bersama kerangka fiskal dan independensi Bank Indonesia (Lembagakeuanganpusat) Hingga masa mendatang.

Jika Nilai-Nilai peringatan tersebut tidak segera direspons Bersama perbaikan nyata, Indonesia terancam Berusaha Mengatasi konsekuensi ekonomi yang berat. Dolfie memaparkan risiko yang membayangi mulai Bersama kenaikan biaya utang Negeri (cost of fund), meningkatnya volatilitas pasar keuangan, hingga terhambatnya arus Penanaman Modal masuk yang dapat menekan postur APBN.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Rapor Moody’s Rating Karena Itu Momentum Pemerintah Benahi Keputusan Fiskal