loading…
Wacana penambahan layer (lapisan) Mutakhir Di struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT) tahun ini dinilai Berpotensi Bagi memperbesar kebocoran fiskal dan melemahkan Ketahanan penerimaan. Foto/Dok
Ketua Pusat Studi Aturan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Usaha Universitas Brawijaya (PPKE FEB UB), Prof. Candra Fajri Ananda mengatakan, Di sisi kinerja fiskal , Aturan penambahan layer Mutakhir juga berkaitan erat Bersama Gaya penerimaan Negeri Di sektor cukai. Ke 2025, realisasi penerimaan cukai tercatat Rp221,7 triliun, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp226,4 triliun, seiring kontraksi produksi hasil tembakau 3% secara tahunan.
“Kejadian Luar Biasa ini mengindikasikan bahwa Aturan penambahan sigaret kretek mesin (SKM) golongan 3 berisiko Mendorong sistem cukai rokok Lebihterus mendekati titik jenuh,” kata Prof. Candra Di keterangannya Di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Baca Juga: Wacana Purbaya Tambah Lapisan Cukai Hasil Tembakau Bencana Alam Penolakan, Ini Sebabnya
Menurut Prof. Candra, apabila pemerintah Mengkaji penambahan layer Di struktur tarif CHT Ke SKM Bersama membentuk SKM Golongan 3, maka Berpotensi Bagi menimbulkan distorsi Di segmentasi harga rokok.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Penambahan Layer Cukai Rokok Berpotensi Bagi Perbesar Kebocoran Fiskal









