loading…
Di partai final Di Istora Senayan, Jakarta 25 Januari 2026 tersebut Raymond/Joaquin bermain antiklimaks dan kalah straight game melawan pasangan Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Bersama skor 19-21, 13-21.
Ketua Kelompok Pemerhati Badminton Indonesia (MPBI), Kurniadi, menyayangkan kegagalan pasangan yang dijuluki rising star tersebut. Bukan hanya Lantaran Raymond/Joaquin kalah Pengalaman Hidup melawan Goh/Izzuddin, tetapi ada hal yang lebih krusial Bersama hal tersebut.
Menurutnya, ada faktor non-teknis yang jauh lebih penting ketimbang sekadar Topik kelelahan fisik atau kematangan mental.
Kurniadi menyoroti adanya agenda meet and greet yang dilakukan Joaquin/Raymond Di booth Djarum Foundation area Istora Sesudah mereka memenangkan laga semifinal yang melelahkan. Padahal, Joaquin/Raymond Mutakhir saja bertanding, lalu Mengadakan konferensi pers, wawancara doorstop Bersama wartawan, dan melayani permintaan berfoto dan tanda tangan Fans.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: MPBI Penilaian Meet and Greet Raymond/Joaquin Di Malam Sebelumnya Final











