Kecelakaan yang dialami model Diva Mara Hefri Siregar Ke Km 24 Tol Jagorawi menjadi pengingat keras tentang bahaya yang sering diremehkan pengemudi, yakni microsleep.
Diva selamat Setelahnya Kendaraan Pribadi Honda City yang dikemudikannya oleng, menabrak pembatas jalan, lalu terbalik Di posisi keempat roda Ke atas. Peristiwa yang terjadi Sabtu (7/2) Disekitar pukul 17.00 WIB itu dijelaskan polisi dipicu Sebab Diva Menyaksikan microsleep atau tertidur sesaat Pada mengemudi.
“Setibanya Ke TKP, pengemudi mengantuk (microsleep) Agar menabrak pembatas jalan,” kata Plt Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, dikutip Untuk detikNews.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Kendaraan Pribadi oleng, sebuah Kendaraan Pribadi boks Untuk arah Di turut menabrak kendaraan tersebut. Diva dan penumpangnya, Muhammad Reza, Menyaksikan luka-luka dan dilarikan Ke RS Annisa Cibinong.
Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ini adalah contoh nyata bagaimana microsleep bisa menjadi ‘pembunuh sunyi’ Ke jalan raya.
Apa Itu Microsleep?
Dikutip Untuk Healthline, microsleep adalah Kemakmuran ketika seseorang tertidur sangat singkat, hanya beberapa detik, tanpa disadari. Mata bisa saja masih terbuka, tubuh tampak terjaga, tetapi otak sebenarnya ‘mati sejenak’.
Inilah yang membuatnya berbahaya. Pengemudi merasa masih sadar, padahal kendali Pada kendaraan sudah hilang Untuk hitungan detik.
Untuk Kecepatanakses 80 km/jam, tertidur 3 detik saja membuat kendaraan melaju tanpa kendali sejauh hampir 70 meter.
Tanda Microsleep yang Sering Diabaikan
Microsleep sulit dikenali Sebab terjadi sangat cepat. Akan Tetapi, ada tanda-tanda yang bisa menjadi peringatan:
- Tidak merespons Pada diajak bicara
- Tatapan kosong
- Kepala tiba-tiba menunduk
- Tubuh tersentak
- Tidak ingat kejadian 1 hingga 2 menit terakhir
- Kedipan mata melambat
- Peringatan Sebelumnya microsleep:
- Sulit menjaga mata tetap terbuka
- Menguap berlebihan
- Tubuh terasa tersentak
- Berkedip berulang Sebagai tetap terjaga
Banyak pengemudi mengabaikan fase peringatan ini dan memaksakan diri terus berkendara.
Mengapa Microsleep Terjadi?
Faktor utama pemicu microsleep adalah kurang tidur dan Mutu tidur yang buruk. Akan Tetapi, ada Kemakmuran medis yang membuat risiko microsleep jauh lebih tinggi, seperti:
- Sleep apnea obstruktif: gangguan napas Pada tidur yang membuat otak kekurangan oksigen
- Narkolepsi: kantuk ekstrem Ke siang hari
- Gangguan gerakan tungkai periodik
- Gangguan ritme sirkadian
Hal yang mengejutkan, seseorang bisa Menyaksikan microsleep meski merasa tidak terlalu mengantuk.
Sebuah studi tahun 2011 menemukan Kejadian Luar Biasa yang disebut local sleep. Peneliti yang menahan tikus tetap terjaga lama menemukan bahwa sebagian area otaknya tertidur Sambil Pada lain tetap aktif. Artinya, makhluk hidup, termasuk manusia bisa tampak sadar, tetapi sebagian otaknya sudah tertidur.
Inilah yang diyakini menjadi mekanisme terjadinya microsleep.
Microsleep sangat mematikan Pada terjadi Ke balik kemudi, Sebab terjadi tanpa disadari, tidak bisa ‘ditahan’ Di kemauan.
Berlangsung Ke momen kritis Pada mengemudi, memberi ilusi bahwa pengemudi masih sadar.
Tak sedikit kecelakaan tunggal Ke jalan tol yang penyebabnya bukan Sebab ngebut atau ugal-ugalan, melainkan Sebab pengemudi tertidur sesaat.
Sebab microsleep berakar Untuk kurang tidur, pencegahannya bukan Di Minuman Kafein atau membuka jendela Kendaraan Pribadi, melainkan beberapa hal berikut:
- Tidur cukup minimal 7 jam Sebelumnya perjalanan jauh
- Berhenti istirahat setiap 2 jam perjalanan
- Jangan memaksakan diri menyetir Pada mengantuk
- Hindari berkendara Ke jam biologis rawan kantuk (pukul 13.00 hingga 15.00 dan 01.00 hingga 05.00)
- Jika muncul tanda-tanda awal, menepi dan tidur 15 hingga 20 menit jauh lebih efektif daripada memaksakan diri
Microsleep bukan sekadar mengantuk. Ia adalah jeda kesadaran yang bisa berujung Di kehilangan nyawa Untuk hitungan detik.
Halaman 2 Untuk 3
Simak Video “Video: Microsleep Pada Mudik Bisa Mengancam Nyawa“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Microsleep, Pembunuh Sunyi Ke Balik Kemudi









