Di proses pemberian ASI maupun susu formula, botol susu kerap menjadi Dibagian tak terpisahkan Di keseharian bayi. Akan Tetapi, perhatian orang tua sering kali lebih tertuju Ke jenis susu atau ukuran botol, Sambil bentuk dot kerap Dikatakan sepele. Padahal, dot hadir Di berbagai bentuk, dan perbedaannya bukan sekadar soal desain.
Bentuk dot menentukan bagaimana tekanan bekerja Hingga mulut bayi Di minum, termasuk Ke lidah, langit-langit, dan rahang, Dibagian-Dibagian yang masih berkembang pesat Sebelum awal kehidupan. Sebab itu, memahami perbedaan bentuk dot menjadi langkah penting agar proses minum tetap optimal tanpa mengabaikan Kesejaganan mulut dan rahang bayi Di jangka panjang.
Mengapa Dot Bayi Dibuat Di Berbagai Bentuk?
Dot botol susu tidak dibuat seragam bukan tanpa alasan. Perkembangannya berangkat Di pemahaman tentang cara bayi menyusu Di botol, yang melibatkan koordinasi Di gerakan mengisap, menelan, dan bernapas. Cara tekanan bekerja Hingga Di mulut Di bayi minum Di botol dapat memengaruhi otot mulut, posisi rahang, hingga susunan gigi, terutama bila dot digunakan secara berulang dan Di jangka waktu lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab itu, berbagai bentuk dot dikembangkan Sebagai menyesuaikan pola isap bayi, membantu aliran susu menjadi lebih terkontrol, Mengurangi ketegangan Ke otot mulut dan wajah, serta meminimalkan potensi dampak jangka panjang Pada perkembangan mulut dan rahang. Setiap bentuk Memperoleh karakteristik dan implikasi yang berbeda, Supaya tingkat “keramahannya” pun tidak bisa disamakan.
Ke titik inilah, banyak orang tua mulai bertanya: bentuk dot manakah yang paling ramah Untuk mulut dan rahang bayi jika digunakan Di jangka panjang?
Perbedaan Bentuk Dot Botol Susu dan Cara Kerjanya
Ke Umumnya, dot botol susu yang beredar Hingga pasaran dapat dibedakan Hingga Di dua bentuk utama, yaitu dot bulat dan dot gepeng. Perbedaan bentuk ini memengaruhi cara tekanan bekerja Hingga Di mulut bayi, ruang gerak lidah, serta ritme aliran susu Di bayi minum Di botol.
Dot Bulat (Round atau Cherry)
Dot botol susu bulat merupakan salah satu desain paling awal dan masih banyak digunakan hingga kini. Ujungnya yang bulat penuh memungkinkan aliran susu keluar secara konsisten, Supaya relatif mudah diterima bayi, terutama Ke fase awal penggunaan botol.
Akan Tetapi, Sebab bentuknya tidak mengikuti kontur alami mulut bayi, tekanan Di mengisap cenderung lebih terfokus Ke langit-langit mulut. Samping Itu, lubang susu yang umumnya berada Hingga ujung dot membuat aliran susu keluar secara lurus. Pola ini memang memudahkan bayi Di minum, tetapi Ke sebagian bayi dapat membuat aliran susu terasa lebih cepat, Supaya bayi perlu Mengadaptasi lebih ekstra Di menelan.
Jika digunakan terlalu sering atau Di durasi panjang, pola tekanan yang berulang ini Berpeluang memengaruhi perkembangan rahang dan rongga mulut. Sebab itu, dot bulat umumnya lebih disarankan Sebagai penggunaan terbatas.
Dot Gepeng dan Dot Orthodontic: Apa Bedanya?
Secara sederhana, dot gepeng merujuk Ke bentuk fisik dot yang tidak bulat penuh. Bentuknya cenderung pipih dan tidak silindris sempurna, Supaya memberi ruang gerak lidah yang lebih luas dibandingkan dot bulat. Sebab karakteristik ini, dot gepeng kerap dipilih sebagai alternatif yang Dikatakan lebih nyaman Untuk sebagian bayi Di minum Di botol.
Salah satu Pembaruan Di dot gepeng adalah dot orthodontic atau fisiologis. Dot jenis ini tidak hanya Memperoleh bentuk pipih, tetapi juga dirancang mengikuti anatomi alami mulut bayi Di menyusu. Desainnya Merencanakan posisi lidah, distribusi tekanan Ke rahang, serta aliran susu agar mendekati mekanisme menyusu alami.
Meski demikian, penting dipahami bahwa dot gepeng tidak selalu dirancang mengikuti prinsip orthodontic. Ke beberapa produk, dot Bersama bentuk gepeng masih dapat Memperoleh lubang susu Hingga ujung dot, aliran susu yang relatif deras, serta belum Merencanakan distribusi tekanan yang seimbang Ke rahang dan langit-langit mulut bayi. Sebab itu, Kendati bentuknya tidak bulat penuh, dot gepeng belum tentu bekerja secara fisiologis Di mendukung mekanisme isap dan perkembangan mulut bayi.
Sebab pendekatan tersebut, dot orthodontic kerap dinilai lebih ramah Untuk perkembangan fungsi mulut dan rahang bayi. Akan Tetapi, penggunaannya tetap perlu disesuaikan Bersama usia dan kebutuhan bayi, serta tidak digunakan Di jangka waktu terlalu lama, terutama hingga melewati usia dua tahun.
Bersama Sebab Itu, Mana yang Lebih Ramah?
Di praktik klinis, drg. Aliyah, Praktisi Medis gigi spesialis anak, menjelaskan bahwa penggunaan dot botol susu yang tidak sesuai kerap dikaitkan Bersama risiko pergeseran gigi dan rahang, termasuk maloklusi seperti gigi tonggos. Kepuasan ini masih sering ditemukan Ke anak-anak yang menggunakan dot tanpa memperhatikan bentuk serta durasi pemakaian.
“Nah, mulut anak-anak itu kan gradually dia Akansegera bertumbuh kan, Supaya ketika kita memilih dot itu memang harus disesuaikan Bersama usianya. Tetapi kalau jenisnya harus Bersama dot orthodontic,” jelas drg. Aliyah.
Berdasarkan penjelasan tersebut, desain dot yang lebih mengikuti anatomi mulut, seperti dot orthodontic, dapat menjadi pilihan yang lebih ramah Untuk perkembangan mulut dan rahang bayi Di jangka panjang.
Akan Tetapi, lebih Di sekadar memilih bentuk dot, orang tua juga perlu memperhatikan cara dan durasi penggunaannya. Setiap bayi Memperoleh kebutuhan dan tahapan tumbuh kembang yang berbeda. Bersama memahami pilihan yang ada dan menyesuaikannya secara bertahap, orang tua dapat membantu mendukung proses minum yang nyaman sekaligus menjaga Kesejaganan mulut anak Sebelum dini tanpa rasa khawatir berlebihan, dan tetap Bersama penuh kelembutan.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: Saran Pakar soal Pemberian Susu Formula Sebagai Bayi Korban Bencana“
(fti/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Mana yang Lebih Ramah Sebagai Mulut dan Rahang?











