Wisata  

Macan Tutul-Harimau Jawa yang Beda Nasib

Jakarta

Macan tutul dan harimau Jawa menjadi predator terbesar Hingga Pulau Jawa. Keduanya beda nasib. Satu masih lestari, sedangkan yang lain sudah punah.

Kawasan hutan belantara Pulau Jawa menyimpan banyak jenis satwa liar yang hidup Hingga dalamnya. Termasuk Hingga antaranya, hewan predator buas yaitu Macan Tutul dan Harimau Jawa.

Macan tutul disebut-sebut sebagai satu-satunya spesies predator yang masih tersisa Hingga Pulau Jawa dan masih eksis hidup Hingga Di kawasan taman nasional. Sambil Itu, harimau Jawa sempat dinyatakan punah Sebelum tahun 1980-an berdasarkan laporan BRIN.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Macan Tutul

Keberadaan macan tutul Jawa masih terpantau lestari Hingga habitat alaminya. Didalam arsip detikTravel, Ke Rabu (7/1), dua ekor macan tutul tertangkap camera trap Hingga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Rekaman tersebut menjadi bukti bahwa predator puncak Pulau Jawa ini masih eksis Hingga alam liar. Tak hanya Hingga Bromo, keberadaan macan tutul juga terekam Hingga kawasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Di periode Juni hingga Desember 2024, Perekamgambar pemantau berhasil merekam Karya satwa liar tersebut Hingga Area konservasi tersebut, memperkuat indikasi bahwa macan tutul masih tersebar Hingga beberapa kawasan hutan Jawa.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengungkapkan bahwa macan tutul merupakan satu-satunya spesies predator besar yang kini tersisa Hingga Pulau Jawa. Setelahnya harimau Jawa dinyatakan punah, macan tutul menempati posisi sebagai pemangsa puncak Di rantai Konsumsi.

1. Ciri Fisik Macan Tutul

Macan tutul Memiliki tubuh yang ramping Didalam kaki relatif pendek dibanding panjang tubuhnya. Kepala mereka lebar Didalam tengkorak besar memberi ruang Untuk otot rahang yang kuat. Kepemilikan rahang yang kuat ini memungkinkannya menggigit Didalam tekanan luar biasa.

Bulu macan tutul kebanyakan berwarna kuning kecoklatan atau kuning muda, Memiliki pola bercak hitam yang berbentuk mawar atau segi empat. Bintik-bintik hitam ini terlihat jelas Hingga Pada dada, kaki, dan wajah. Sambil Pada ekor dihiasi Didalam cincin hitam khas.

Kemampuan fisik macan tutul sangat luar biasa, mereka bisa berlari Didalam Kelajuan mencapai 60 km/jam, sangat efektif Di berburu Hingga alam liar, dan Memiliki kemampuan melompat yang tinggi. Lompatannya mencapai 3-6 meter.

2. Habitat Macan Tutul

Hutan-hutan Hingga Pulau Jawa menjadi habitat utama macan tutul Jawa, Didalam sebagian besar populasinya hidup Hingga kawasan konservasi seperti taman nasional dan cagar alam. Satwa endemik ini hanya ditemukan Hingga Pulau Jawa, termasuk Pulau Kangean dan Nusakambangan, Didalam sebaran Didalam Taman Nasional Ujung Kulon hingga Alas Purwo.

Tetapi, tingginya kepadatan penduduk dan berkurangnya luas hutan menjadi ancaman serius. Studi yang dirilis Ke 2023 mencatat lebih Didalam 1.300 kilometer persegi habitat macan tutul Jawa hilang sepanjang 2000-2020.

Di dua dekade terakhir, hutan pendukung kehidupannya juga menyusut lebih Didalam 40 persen akibat alih fungsi lahan dan perusakan habitat, yang berdampak langsung Ke kelangsungan Penduduk Dunia macan tutul Jawa.

3. Pola Hidup Macan Tutul

Macan tutul merupakan satwa karnivora nokturnal yang lebih aktif berburu Ke malam hari. Hewan ini hidup soliter dan hanya berinteraksi Didalam sesamanya Di musim kawin atau ketika betina merawat anaknya.

Untuk menandai Area, macan tutul menggunakan air kencing, kotoran, serta bekas cakaran, Sambil komunikasi dilakukan Lewat geraman atau auman.

Di proses reproduksi, macan tutul berkembang biak Didalam melahirkan. Setelahnya masa kehamilan Di 110 hari, betina Akansegera melahirkan dua hingga enam ekor anak. Anak macan tutul terlahir Di Situasi lemah dan buta, Supaya sepenuhnya bergantung Ke induknya hingga mampu bertahan hidup dan belajar berburu secara mandiri.

Harimau Jawa

Harimau Jawa merupakan predator puncak Hingga hutan Pulau Jawa yang sudah dinyatakan punah Sebelum tahun 1980-an. Hal ini disampaikan Di Laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Ke 2008.

Kepunahan tersebut dikaitkan Didalam masifnya penggundulan hutan dan hilangnya habitat alami Hingga Pulau Jawa. Meski demikian, keberadaan harimau jawa masih Memiliki harapan.

Lewat laporan Perhutani tahun 2024, dijelaskan bahwa kawasan Petungkriyono masih diyakini menjadi salah satu habitat harimau Jawa.

Foto harimau Jawa diambil Ke 1938 Hingga Ujung Kulon dan dipublikasikan Hingga A. Hoogerwerf’s “Ujung Kulon: The Land of the last Javan Rhinoceros” Foto: Andries Hoogerwerf (29 August 1906 – 5 February 1977)/Wikimedia Commons

Hingga Area tersebut, beberapa kali muncul indikasi keberadaan satwa besar yang diduga kuat sebagai harimau Jawa, meski belum terdokumentasi secara visual.

Potensi keberadaan harimau Jawa kembali menguat Setelahnya peneliti Menginformasikan temuan Di jurnal Oryx. Eksperimen tersebut dilakukan berdasarkan analisis material genetik Didalam bulu yang diduga milik harimau Jawa, yang ditemukan Ke 2019 Hingga Area pedalaman Sukabumi.

1. Ciri Fisik Harimau Jawa

Harimau Jawa adalah salah satu satwa sub-spesies endemik Pulau Jawa yang sudah dinyatakan punah Sebelum tahun 1980-an. Spesies ini merupakan predator puncak yang Memiliki peran penting Di kehidupan sosial, ekonomi, dan Kebiasaan Global Kelompok Jawa.

Harimau Jawa Memiliki ciri fisik yang khas. Harimau jawa Memiliki hidung yang panjang dan sempit, Pada oksipital yang ramping, serta ekor karnasial yang relatif panjang. Corak garis Ke tubuhnya juga lebih banyak, tipis, dan memanjang, mirip Tetapi lebih Pertemuan dibandingkan harimau sumatera.

Harimau Jawa Memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan harimau asia lain. Bobot tubuh jenis jantannya mencapai 100-140 kg Didalam panjang tubuh 200-245 cm, sedangkan betina lebih kecil Didalam berat Di 75-115 kg.

2. Predator yang Dinyatakan Punah

Predator puncak ini tersebar Hingga hutan dataran rendah, perbukitan, dan kawasan hutan lebat Hingga Pulau Jawa. Tetapi, Penduduk Dunia mereka mulai menurun drastis Sebelum awal abad Hingga-20 akibat perburuan intensif dan penyempitan habitat.

Banyak individu Diselidiki Lantaran Dikatakan hama yang memangsa ternak atau mengancam keselamatan warga. Di catatan IUCN, harimau Jawa resmi dikategorikan punah Ke 1980-an. Penampakan terakhirnya terkonfirmasi Hingga kawasan Meru Betiri Ke tahun 1976.

Didalam tiga subspesies harimau yang pernah hidup Hingga Indonesia, yaitu Bali (Panthera tigris balica), Jawa (Panthera tigris sondaica), dan Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kini hanya harimau Sumatera yang masih bertahan Hingga alam liar.

Kepunahan harimau jawa dilaporkan sudah bermula Sebelum zaman penjajahan Belanda. Ke masa itu, harimau kerap memangsa manusia. Tercatat sebanyak 348 orang meninggal akibat diterkam harimau jawa. Lantaran hal itu, pemerintahan Belanda Memberi hadiah Untuk warga yang berhasil memburu harimau jawa.

Memasuki tahun 1950-an, tercatat Penduduk Dunia harimau jawa hanya Di 25 ekor saja. Penampakan terakhir keberadaan harimau jawa tercatat Ke 1976 Hingga Meru Betiri dan Sebelum Di itu, belum ada tanda keberadaan harimau Jawa Hingga berbagai kawasan hutan Hingga Pulau Jawa.

Halaman 2 Didalam 2

Simak Video “Video Cerita Penjaga Hotel Di Temukan Macan Tutul ‘Staycation’ Hingga Hotel Bandung

(wsw/wsw)




Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Macan Tutul-Harimau Jawa yang Beda Nasib