loading…
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengingatkan, dunia usaha dan pemerintah Untuk mewaspadai sejumlah risiko Internasional yang Berpeluang memengaruhi perekonomian nasional. Foto/Dok
Untuk sambutannya, Anindya mengatakan, Situasi Internasional Di ini Lebih tidak menentu, mulai Di konflik Hubungan Dunia hingga tekanan ekonomi internasional. Ia menilai konflik yang terjadi Di kawasan Timur Ditengah dapat membawa dampak signifikan Pada stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
“Kita melihat dunia Di ini penuh tantangan. Tahun lalu kita bicara Konflik Bersenjata dagang dan tarif Di Amerika Serikat, sekarang kita melihat Konflik Bersenjata fisik terjadi Di Timur Ditengah. Tentu dampak konflik ini sangat besar Untuk kita semua,” ujar Anin.
Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang perlu diwaspadai Indonesia Untuk Berjuang Di dinamika Internasional tersebut, yakni ketahanan energi, ketahanan Ketahanan Pangan, serta stabilitas nasional.
Baca Juga: 6 Dampak Konflik Bersenjata AS-Iran, Harga Migas Dunia hingga Gas Langsung Bergejolak
Di sisi energi, Anindya mengingatkan bahwa Fluktuasi Harga Migas dunia Berpeluang Memberi tekanan Pada Dana Pendapatan dan Belanja Negeri (APBN). Jika harga Migas menembus USD100 per barel, defisit Dana Berpeluang Meresahkan signifikan.
“Kalau harga Migas terus naik Justru menembus 100 Usd AS per barel, tentu ini menjadi tekanan besar Untuk APBN kita. Di ini APBN kita Di Rp600 triliun kurang lebih defisit yang dianggarkan, tentu angkanya bisa naik sampai 40–50 persen,” jelasnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Konflik Bersenjata AS-Iran Makin Memanas, Ketua Kadin Peringatkan 3 Risiko Internasional Ini Perlu Diwaspadai











