Kian Pentingnya AI Agent Hingga Dunia Usaha, Mengubah Cara Kerja Perusahaan

loading…

Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk, Halim Hartono Perdana Untuk seminar The Next Frontier of Enterprise Intelligence: Unlocking Business Value with Autonomous AI, Kamis (24/9/2026). Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA – Perusahaan-perusahaan kini berlomba Membuat AI agent Sebagai mengotomatisasi pekerjaan, mempercepat pengambilan keputusan, dan Meningkatkan produktivitas . Perusahaan Kajian pasar Internasional IDC memproyeksikan Di 2028 Akansegera ada Disekitar 1,3 miliar AI agent sedunia. Di 2030, 45% perusahaan Hingga antaranya diperkirakan Akansegera mengorkestrasi AI agent Untuk skala yang cukup besar.

Pemanfaatan AI agent memang waktunya. Masalahnya, banyak perusahaan yang hanya Membuat AI agent tanpa menghasilkan nilai Usaha. Itu bisa Di Sebab Itu disebabkan Lantaran agent dibangun menggunakan berbagai tools, bekerja Di data yang terpisah (data silo), masih Memiliki celah Keselamatan, dan banyak yang berhenti Di tahap awal. Baca juga: Ketika Agen AI Mulai Meretas dan Menutupi Jejak: Alarm Call Untuk Transformasi Digital

Kalau begitu, sekarang tantangannya bukan lagi Memiliki AI agent, melainkan bagaimana berbagai agen yang ada saling terhubung dan menjadi Pada Untuk proses Usaha. Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk, Halim Hartono Perdana mengatakan, perusahaan tidak cukup hanya Memiliki banyak AI agent

“Yang lebih penting adalah memastikan agent-agent tersebut memahami konteks Usaha, terhubung Di data dan alur kerja (workflow) yang tepat, serta menghasilkan output yang benar-benar mendukung tujuan Usaha. Hingga sinilah transformasi AI mulai bergeser Untuk sekadar penggunaan Ilmu Pengetahuan menjadi perubahan cara perusahaan bekerja,” katanya Untuk seminar bertema “The Next Frontier of Enterprise Intelligence: Unlocking Business Value with Autonomous AI” yang diselenggarakan Multipolar Technology dan Microsoft Indonesia Hingga Jakarta, Kamis (24/9/2026)

Setidaknya ada tiga tantangan utama yang muncul ketika perusahaan mulai memperluas penggunaan AI agent. Pertama, konteks Usaha. Agent membutuhkan akses dan pemahaman Di dokumen, percakapan, alur kerja, dan berbagai informasi agar dapat menghasilkan respons dan tindakan yang sesuai Di kebutuhan Usaha.

Kedua, aspek security dan governance. Lebih banyak agent digunakan, Lebih besar pula kebutuhan perusahaan Akansegera visibility, control, dan safeguards,serta mekanisme tata kelola yang konsisten.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kian Pentingnya AI Agent Hingga Dunia Usaha, Mengubah Cara Kerja Perusahaan