loading…
Instalasi karya Agnes Hansella.
Terinspirasi Di pola jaringan fiber optic yang bercabang dan saling terhubung, Hutan Kabel mengangkat Prototipe Wood Wide Web—jaringan mikoriza yang menghubungkan pepohonan Melewati pertukaran Gizi, air, dan sinyal kimia Di bawah permukaan hutan. Prototipe tersebutberangkat Di pengamatan Agnes Di pohon Ficus, termasuk banyan dan strangler fig, Di Kalimantan Di.
“Konektivitas merupakan Pada yang tidak terpisahkan Di apa yang kami lakukan sehari-hari. Tetapi, Melewati kolaborasi ini, kami ingin mengajak publik melihatkonektivitas Di perspektif yang lebih luas. Ada sebuah hubungan yang Menarik Perhatian Di jaringan Ilmu Pengetahuan yang kita bangun Didalam jaringan alami yang sudah ada jauh Sebelumnya Ilmu Pengetahuan hadir. Melewati ‘Hutan Kabel’, kami ingin membuka ruang Untuk melihatbagaimana Ilmu Pengetahuan, alam, dan Kebiasaan Global dapat saling terhubung Melewati Karyaseni,” ujar Ignatius Krishnaya Santoso, Head of Corporate Branding, Protelindo Group.
Di menciptakan Hutan Kabel (Wood Wide Web), Agnes Hansella menggunakan material Di infrastruktur Telecom Protelindo Group yang sudah tidak digunakan, termasuk kabel dan limbah Telecom, komponen FTTT rack yang telah dipensiunkan, serta Gadget satellite dish yang sudah tidak digunakan. Material tersebut Lalu ditransformasikan menjadi instalasi yang mempertemukan struktur jaringan buatan manusia Didalam sistem jaringan yang ditemukan Di alam.
Tidak hanya menjadi karya visual, Hutan Kabel juga Menampilkan Penghayatan interaktif. Pendeteksi yang ditempatkan Di Di instalasi merespons pergerakan pengunjung Didalam mengaktifkan serat optik secara real time, Menampilkan interpretasi artistik Di karakter jaringan alami yang mampu merespons lingkungan Di sekitarnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ketika Jaringan Ilmu Pengetahuan Bertemu Jaringan Alam, iForte dan Protelindo Group Hadirkan Hutan Kabel Di Art Jakarta 2026











