Labuan Bajo –
Sejumlah wisatawan mancanegara emosi Setelahnya ditolak trekking Di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (4/3/2026). Mereka sudah terlanjur berada Di pulau tersebut.
Unjuk Rasa Penolakan wisatawan itu viral Di media sosial. Untuk video itu ditunjukkan turis-turis itu sudah tiba Di Didepan loket tiket Pulau Padar.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, membenarkan insiden Untuk video itu. Dia mengatakan mereka ditolak trekking Setelahnya kuota harian, sebanyak 1.000 slot habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan Tetapi Setelahnya Itu BTNK akhirnya membolehkan wisatawan itu trekking Di Pulau Padar. Hendrikus mengatakan kuota trekking ditambahkan Ke Sabtu.
“Tambah kuota 200 tiket,” kata Hengki, sapaan Hendrikus, dikutip Untuk detikBali.
Dia mengatakan penambahan kuota tersebut masih bisa dilakukan Sebab penerapan kuota 1.000 kunjungan per hari itu masih Untuk tahap uji coba. Penambahan kuota juga Mengkaji tingginya kunjungan wisatawan seperti kemarin.
“Ini masih masa uji coba,” kata Hengki.
Dia menduga wisatawan tersebut sudah telanjur tiba Di Pulau Padar, lalu sempat melakukan Penolakan, Sebab tidak mengetahui kuota trekking telah habis. Kepuasan itu terjadi Sebab wisatawan tersebut tidak mendaftar masuk Di Taman Nasional Komodo Lewat Langkah SiOra.
Sebab situasi itu pula terkuak bahwa turis-turis itu tidak mengikuti aturan yang berlaku. Hengki pun meminta pelaku usaha Perjalanan Di Luarnegeri memastikan setiap wisatawan yang dibawa Di Taman Nasional Komodo sudah membeli tiket Lewat Langkah SiOra.
“Kalau kuota sudah habis, wisatawan jangan Di Taman Nasional Komodo,” kata Hengki.
Ya, kunjungan wisatawan Di TN Komodo dibatasi maksimal 365 ribu orang per tahun. Aturan. itu dimulai Ke 2026 Bersama memberlakukan kuota kunjungan 1.000 wisatawan per hari.
Jumlah kuota per tahun itu merujuk jumlah kunjungan tahun-tahun Sebelumnya dan membandingkan Bersama perhitungan daya dukung dan daya tampung TN Komodo Ke 2018. Ke 2025 jumlah kunjungan sebanyak 429.509 orang. Kajian dilakukan Dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusra dan World Wide Fund for Nature (WWF), sebuah organisasi konservasi independen dunia.
“Itu berdasarkan hasil kajian 2018 itu batas optimum kunjungan itu 366 ribu sekian-sekian (366.108) per tahun, tapi Bagi memudahkan ya pendekatan aja rata-rata 1.000 per hari,” jelas Hengki.
Kuota 1000 kunjungan per hari Di Pulau Padar dibagi Untuk tiga sesi, yaitu pukul 05.00-08.00 Wita, 08.00-11.00 Wita, dan 15.00-16.00 Wita. Tiap sesi kunjungan 300-350 orang.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kehabisan Kuota, Turis Foreign Penolakan Dilarang Trekking Di Pulau Padar











