Nara –
Taman Nara menjadi perbincangan Di media sosial. Semua bermula Pada seorang warga mendapati turis Indonesia yang memberi makan plastik kepada rusa Di sana.
Peristiwa Pidana ini viral Sebelum Kamis (8/10/2026). Bertempat Di Taman Nara (Nara Park), kaki Gunung Wakasuka, taman ini menjadi Rumah Untuk lebih Bersama 1.400 ekor rusa sika liar.
Insiden itu melibatkan seorang turis pria dan seorang wanita yang diduga adalah anak Bersama pria tersebut. Pada itu seorang warga Jepang mendapati pria itu menyodorkan plastik sisa Makanan kepada rusa. Pemuda lokal itu langsung merebut plastik Bersama mulut rusa dan marah kepada dua turis itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusa Di Taman Nara bukanlah sekadar hewan liar. Menurut panduan resmi Japan National Tourism Organization (JNTO), rusa-rusa ini Disorot sebagai pembawa pesan para dewa Di ajaran Shinto dan telah ditetapkan sebagai monumen alam nasional yang dilindungi.
Berdasarkan legenda lokal, dewa Takemikazuchi-no-mikoto tiba Di Kuil Kasuga Taisha Bersama menunggangi seekor rusa putih. Cerita inilah yang mendasari keyakinan Komunitas bahwa rusa Di Nara adalah utusan para dewa yang suci.
Di masa lalu, menyakiti hewan-hewan ini bisa diganjar hukuman mati. Pada ini, status mistis tersebut telah berganti menjadi perlindungan hukum formal, pemerintah Jepang menetapkan rusa-rusa Di taman ini sebagai Monumen Alam Nasional yang dijaga kelestariannya.
Ada satu hal unik yang hanya ditemukan Di sini. Rusa Nara Memiliki kemampuan unik meniru gerakan manusia Bersama membungkukkan kepala Pada meminta Makanan.
Pengunjung hanya boleh diberi makan shika senbei (kue beras rusa), yang terbuat Bersama dedak gandum dan tepung beras tanpa gula.
Tetapi, jika persediaan makan Makanan kosong, kamu cukup mengangkat dan Menunjukkan kedua telapak tangan yang kosong. Rusa-rusa tersebut Akansegera langsung paham bahwa kamu tidak lagi Memiliki Makanan dan Akansegera pergi Bersama Damai Sebagai mencari pengunjung lain.
Rusa-rusa itu bebas berjalan Di trotoar, berteduh Di teras kuil, Malahan menyeberang jalan raya Bersama tertib, mereka tidak dikurung Di Markas. Meski jinak, mereka bukanlah hewan peliharaan.
Di malam hari, mereka Akansegera kembali Ke area hutan atau cagar alam Sebagai tidur. Lantaran insting liarnya yang tetap terjaga, pengunjung disarankan Sebagai tidak menggoda mereka Bersama Makanan dan tetap waspada, terutama Pada musim kawin Di musim gugur ketika rusa jantan bisa menjadi lebih sensitif.
Jika kamu memperlihatkan kue beras tetapi menyembunyikannya atau terlalu lama memberikannya, rusa bisa menjadi tidak sabar dan Bisa Jadi Akansegera menyundul atau Menarik Perhatian pakaianmu.
(bnl/fem)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Fakta Rusa Di Fakta Taman Nara Jepang yang Lagi Viral











