Bisnis  

Analis Ramal IHSG Suspend Lagi Pasca Goldman Sach Turunkan Rating Saham Indonesia

loading…

Pengamat memproyeksikan, tekanan Pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Berencana berlanjut Ke perdagangan Senin 2 Februari 2026 mendatang. Foto/Dok

JAKARTA – Pengamat Ekonomi, Kurs Matauang, dan Barang Dagangan, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, tekanan Pada Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) Berencana berlanjut Ke perdagangan Senin 2 Februari 2026 mendatang. Ia beranggapan bahwa sentimen tekanan IHSG Ke pekan Di bersumber Di hasil rilis Analis Goldman Sachs Group Inc, yang memangkas Posisi saham Indonesia menjadi underweight.

Keputusan ini buntut Di hasil Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menilai pasar saham Indonesia masih kurang transparan. MSCI membekukan Sambil Itu penyesuaian indeks Untuk saham-saham Indonesia.

Baca Juga: Dampak Ngeri Jika Bursa RI Turun Kasta, Dana Asing Terancam Keluar Rp838 Triliun

Di pengumumannya, MSCI menyoroti tiga masalah utama, yakni ketidakjelasan struktur kepemilikan, rendahnya free float efektif, dan indikasi perdagangan terkoordinasi yang merusak mekanisme pasar. Keputusan Sambil Itu ini disertai sinyal potensi penurunan kasta bursa saham Indonesia Di Emerging Market Hingga Frontier Market.

“Perdagangan saham hari Senin, kemungkinan IHSG Ke suspend kembali Sebab turunnya Ke 8 persen akibat Goldman Sach menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight,” ujarnya Melewati pernyataan tertulis, Sabtu (31/1/2026).

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Analis Ramal IHSG Suspend Lagi Pasca Goldman Sach Turunkan Rating Saham Indonesia