Alarm Pemutusan Hubungan Kerja Buruh Kendaraan Pribadi Imbas Perdagangan Masuk Negeri 105 Ribu Pikap CBU India


Jakarta, CNN Indonesia

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menyoroti keras Wacana Perdagangan Masuk Negeri 105 ribu pikap Di India yang dinilai Berpotensi Sebagai mengancam kelangsungan kerja puluhan ribu buruh Ke industri Kendaraan Pribadi nasional.

Pemimpin Negara KSPI yang juga menjabat Pemimpin Negara Partai Buruh, Said Iqbal, Membeberkan sejumlah anggota KSPI Ke perusahaan produsen Kendaraan Pribadi telah menyampaikan kekhawatiran kepada serikat Yang Berhubungan Bersama potensi penurunan produksi akibat Keputusan Perdagangan Masuk Negeri tersebut.

Menurutnya, masuknya ratusan ribu unit pikap Perdagangan Masuk Negeri Berencana membuat output produksi pabrik Di negeri menurun, yang Ke akhirnya Berpotensi Sebagai memicu pengurangan Perjanjian kerja hingga Pemutusan Hubungan Kerja.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Anggota kami Ke produsen-produsen Kendaraan Pribadi sudah datang dan menyampaikan langsung. Ada potensi Pemutusan Hubungan Kerja Lantaran output produksi bisa turun akibat Perdagangan Masuk Negeri 105.000 pick up Di India,” ujar Said Iqbal Di keterangan tertulisnya dikutip Selasa (24/2).

Ia mempertanyakan rasionalitas Keputusan tersebut, terlebih Ke Di situasi ketenagakerjaan yang Lagi tertekan. Said Iqbal bilang, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja masih terus terjadi Ke berbagai sektor.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ke Di Pemutusan Hubungan Kerja ratusan ribu buruh, tiba-tiba muncul Keputusan yang justru Berpotensi Sebagai menambah Pemutusan Hubungan Kerja Ke industri Kendaraan Pribadi. Ini Keputusan apa? Ke mana rasionalitasnya?” tegasnya.

Apabila 105 ribu unit pikap diproduksi Ke Di negeri, maka dampaknya justru Berencana memperpanjang Perjanjian buruh yang Pada ini bekerja Ke pabrik Kendaraan Pribadi, Justru membuka lapangan kerja Terbaru.

Iqbal Mengantisipasi produksi Di negeri Sebagai jumlah tersebut dapat menyerap sedikitnya 10 ribu tenaga kerja Terbaru Di periode 6 bulan hingga 1 tahun produksi.

“Kalau diproduksi Ke Indonesia, itu bisa menyerap lebih Di 10.000 tenaga kerja. Belum lagi Pemasok Komponen dan maintenance yang ikut bergerak. Penyerapan tenaga kerjanya Berencana panjang,” ucap dia.

Ia bilang sejumlah produsen seperti Hino, Isuzu, Suzuki, Toyota, hingga Mitsubishi Memperoleh kapasitas Ilmu Pengetahuan dan produksi yang memadai Sebagai memenuhi kebutuhan tersebut. Menurutnya lagi apabila persoalan harga menjadi pertimbangan, pemerintah dapat melakukan Perundingan spesifikasi.

“Kalau harga Disorot mahal, spesifikasinya bisa disesuaikan. Fitur otomatis bisa Bersama Sebab Itu manual, dashboard digital bisa disederhanakan. Tinggal Perundingan. Jangan malah Perdagangan Masuk Negeri,” ujar Said.

Pembelian ratusan ribu unit kendaraan komersial Bersama cara Perdagangan Masuk Negeri utuh Di India telah dilakukan PT Agrinas Kelaparan Global Nusantara, sebagai salah satu BUMN yang bersinergi Bersama proyek Koperasi Merah Putih.

Agrinas melakukan pengadaan tersebut Bersama melibatkan dua merek Kendaraan Pribadi ternama asal India yaitu Mahindra & Mahindra dan Tata Motors. Nilai pengadaan ini mencapai Rp24,66 triliun.

Keputusan ini langsung menuai polemik terutama Di kalangan produsen Kendaraan Pribadi Di negeri yang merasa mampu mengakomodasi permintaan tersebut, Akan Tetapi perusahaan pelat merah justru memilih Perdagangan Masuk Negeri Di luar negeri.

Direktur Utama PT Agrinas Kelaparan Global Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota telah angkat bicara Bersama Membeberkan alasan Ke balik Wacana Perdagangan Masuk Negeri sebanyak 105 ribu unit pikap serta truk asal India.

Menurut dia langkah Agrinas mengimpor pikap Di India Lantaran pertimbangan efisiensi harga.

Joao juga bilang pikap CBU asal India ini telah masuk Indonesia secara bertahap. Sebagai Sambil Itu, unit kendaraan Berencana disimpan Ke Kodim, sembari menunggu kesiapan koperasi.

“Sekarang sudah tiba, sudah kita distribusikan juga sebanyak 200, Lalu minggu Didepan Berencana tiba lagi 400. Dan sampai akhir bulan ini Berencana tiba 1.000 unit. Kita Berencana terus segera langsung kita distribusikan Hingga tempat-tempat yang sudah siap maupun Hingga tempat-tempat yang belum siap,” kata Joao melansir CNBC Indonesia.

“Kita Berencana langsung taruh Ke Kodim-Kodim, Agar ketika koperasinya sudah siap langsung kita lakukan mobilisasi Hingga Koperasi Ke mana kita Berencana bagikan. Setiap kooperasi Berencana dapat satu unit,” ucap Joao.

(ryh/fea)




Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Alarm Pemutusan Hubungan Kerja Buruh Kendaraan Pribadi Imbas Perdagangan Masuk Negeri 105 Ribu Pikap CBU India