Darah Kaya Protein dan Zat Besi, tapi Mengapa Haram Dikonsumsi?



Jakarta –

Darah mengandung protein dan zat besi, tetapi haram dikonsumsi umat Muslim. Profesor UI, Prof Zulys, Menginformasikan empat alasan medis Di balik larangan tersebut.

Beberapa darah hewan kerap diolah menjadi berbagai jenis Citarasa. Contohnya Di Jawa, hidangan olahan darah yang paling dikenal adalah saren, yakni darah ayam atau bebek yang dicampur santan dan bumbu Lalu dikukus hingga menjadi padat.

Bentuknya menyerupai kue atau lontong, yang Lalu dipotong-potong dan digoreng atau dimasak bacem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan Tetapi, syariat Islam tetap mengharamkan darah Sebagai dikonsumsi umat Muslim. Citarasa Di darah diharamkan sejajar Bersama bangkai dan daging babi, sebagaimana dijelaskan Di Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 173.

Ilustrasi Citarasa yang Terbuat Di Darah hewan. Foto: YouTube Bali Foodie

“Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih Bersama (menyebut nama) selain Allah. Tetapi siapa saja yang terpaksa (memakannya), bukan Lantaran menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Hal ini juga dibahas Bersama Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc, yang merupakan Guru Besar Di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI).

Ia aktif Menyediakan konten Pelatihan Di akun TikTok dan Instagram pribadinya @prof.zulys yang Memiliki lebih Di 300 ribu followers.

“Mengapa darah diharamkan? Padahal darah mengandung protein, zat besi, Malahan Gizi. Bukankah itu justru menyehatkan?” ujar Prof Zulys membuka pembahasannya, lewat konten bertajuk ‘Behind the Science’ (24/09/2026).

Darah Kaya Protein dan Zat Besi, tapi Mengapa Haram Dikonsumsi?Penjelasan larangan konsumsi Citarasa olahan darah. Foto: Instagram/@prof.zulys

Menurutnya, ada empat alasan medis yang mendasari larangan tersebut.

Pertama, darah merupakan media transportasi utama Di tubuh yang membawa oksigen, Gizi, dan hormon, sekaligus limbah metabolisme, racun, dan mikroba.

“Lantaran itu, secara medis darah Berpotensi Sebagai menjadi media penularan berbagai Gangguan seperti Hepatitis B, Hepatitis C, berbagai Penyakit Menyebar bakteri,” ujarnya.

Kedua, darah yang keluar Di pembuluh menjadi media subur Bagi Kemajuan bakteri Lantaran kandungan protein dan airnya.

Ketiga, kadar zat besi yang berlebihan justru berisiko. Konsumsi zat besi berlebih Di jangka panjang dapat memicu penumpukan yang merusak hati, pankreas, dan jantung.

“Tidak semua yang bergizi boleh dikonsumsi tanpa batas,” tegas Prof Zulys.

Keempat, hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa minum darah Menyediakan manfaat Kesejaganan khusus.

Kebutuhan protein dan zat besi, menurutnya, bisa diperoleh lebih aman Di daging, ikan, telur, atau hati.

Prof Zulys menambahkan, Islam sebenarnya tidak mengharamkan sisa darah alami yang masih menempel Di daging Sesudah proses penyembelihan. Larangan hanya berlaku Bagi darah yang Datang keluar Di tubuh hewan.

“Tidak semua yang dilarang Allah langsung bisa dijelaskan Bersama sains, Akan Tetapi sains dapat menguatkan hikmah Di balik larangannya,” ucap Prof Zulys menutup video tersebut.

(sob/sob)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Darah Kaya Protein dan Zat Besi, tapi Mengapa Haram Dikonsumsi?