Jakarta –
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak hanya dapat memengaruhi saluran pernapasan, tapi juga kulit. Kontaminasi abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, gatal, atau perburukan Keadaan Kulit yang sudah ada Sebelumnya.
Kenapa bisa berpengaruh sebegitu besar? Dermatolog dr Claudia Christin Darmawan, MBBS PhD menuturkan ini disebabkan Bersama kandungan yang ada Di Untuk abu vulkanik.
Abu vulkanik terdiri partikel batuan, mineral, dan volcanic glass yang sangat kecil dan cukup abrasif atau bersifat mengikis atau menggores permukaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Permukaannya juga bisa membawa komponen seperti sulfat dan klorida. Efek yang paling sering muncul Di kulit adalah kering, gatal, kemerahan, atau iritasi,” kata dr Claudia ketika dihubungi detikcom, Minggu (6/9/2026).
Sifat abrasif Bersama abu vulkanik tersebut dapat memengaruhi skin barrier. Ini dapat menyebabkan iritasi, terutama apabila kulit digosok. dr Claudia menuturkan masalah skin barrier ini juga Berencana lebih mudah muncul Di orang yang sudah Memperoleh masalah kulit tertentu, seperti kulit sensitif.
“Partikelnya yang halus tetapi abrasif dapat menyebabkan iritasi, terutama kalau kulit digosok. Di kulit sensitif, eczema, atau skin barrier yang sudah terganggu, reaksinya biasanya lebih mudah muncul,” tandasnya.
(avk/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Abu Vulkanik Juga Bisa Pengaruhi Kesejajaran Kulit, Ini Efeknya Di Skin Barrier











