loading…
Pembantu Kepala Negara Luar Negeri China, Wang Yi Menerbitkan seruan darurat kepada seluruh Negeri anggota blok BRICS Di pertemuan tingkat tinggi Hingga New Delhi, India. Foto/Dok
Langkah agresif China ini disebut-sebut sebagai strategi besar Untuk Berusaha Mengatasi ancaman multidimensi Hingga masa Didepan, mulai Bersama ledakan kecerdasan buatan (AI), wabah mematikan, hingga ancaman model peperangan Terbaru yang kini mengincar kedaulatan Negeri-Negeri non-Barat.
Mineral Strategis: Kunci Hidup Mati Keahlian Masa Didepan
Desakan Wang Yi mengenai kerja sama mineral strategis (strategic mineral resources) bukanlah tanpa alasan. Barang Dagangan ini-seperti lithium, kobalt, nikel, dan tanah jarang (rare earths)-merupakan bahan baku utama pembuatan cip semikonduktor, baterai Mobil Listrik, superkomputer, hingga Gadget militer canggih.
Baca Juga: Menguak Hingga Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Penanaman Modal Di Negeri Rp2.430 Triliun
Bersama mengonsolidasikan kekuatan BRICS (yang kini mencakup produsen mineral utama dunia), blok ini Berpotensi Untuk besar mengunci jalur pasokan Internasional dan mendikte peta industri Keahlian tinggi.
Selain masalah Barang Dagangan, kantor berita Xinhua juga melaporkan bahwa Wang Yi secara tegas meminta BRICS Membahas tindakan nyata Di Berusaha Mengatasi ancaman non-tradisional yang Lebih saling bertautan, termasuk pengawasan ketat risiko AI.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci











